BELONGING 6


Belonging

BELONGING 6

Park Jiyeon feat Byun Baekhyun

Support cast.

Nam Woohyun

Han Yuna (OC)

Romance

PG

.

.

Woohyun menarik tangan Yuna ketika gadis itu ingin mengejar Jiyeon.

”Kau jangan bersikap seperti ini lagi.”

”Oppa, apa kau mencintai Jiyeon? Kenapa kau tidak mengejarnya dan merebut hatinya supaya dia tidak mengganggu hubunganku dengan Baekhyun.”

”Akan kulakukan apa yang harus kulakukan. Kau tidak perlu mengatur kehidupanku. Sudah cukup dengan semua yang pernah kau lakukan pada keluargaku saat itu. Kau membuatku terpuruk hingga kini. Apa kau tahu, karena ulahmu aku kehilangan dia.”  Woohyun terlihat berapi-api. Dia tidak menyangka akan berhadapan dengan Yuna lagi. Kisah lama, dan ini hanya sebuah kesalahan. Ya, kesalahan yang fatal.

.

.

.

.

.

.

Jiyeon berdiri di depan pintu apartemen si bodoh ini, untuk melihat apakah dia sudah pulang atau belum dari episode menghilangnya. Kenyataan kalau dia menghilang tanpa alasan itu bisa di maklumi oleh gadis yang sudah merelakan tubuhnya untuk laki-laki labil yang sekarang ini begitu di sayanginya. Entahlah, ini aneh, karena mencintai Baekhyun ini seperti sedang menyelam di air keruh. Tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Lalu mengenai episode si bodoh ini dengan Yuna, mana ada yang bisa memahami mereka.  Mau tidak mau, Jiyeon harus menghajar muka Baekhyun untuk menyadarkannya bahwa saat ini Yuna sedang menabuh genderang perang dengannya.  Yeoja itu terang-terangan mendatanginya hanya untuk bicara bahwa dia tidak akan melepaskan Baekhyun.

Baekhy Oppa, where are you? 

Pesan itu di ketikanya pada layar Line. Pesan itu di baca oleh si penerima pesan, dan Jiyeon terlihat sumringah mendapati bahwa Baekhyun masih aktiv alias masih hidup.

I am here.

Jawabnya. Jiyeon menggaruk kepalanya.

Here, where?

Balasnya

Here, here

Cengiran maut terlontar di bibir Jiyeon, yang kemudian langsung memasuki apartemen bocah labil itu. Dia melihat namja itu tengah duduk sambil memegang ponselnya.

”Here, here!”  serang Jiyeon dengan tatapan ganas.

”Yeah, here, here.” singkat dan padat, lalu menghela napas. Matanya redup dan menggelepar seperti kelelahan.  ”Jangan marahi aku.” ujarnya

”Kau dari mana saja?”

”Aku baru saja pulang dari syuting untuk album baruku. Kau pikir aku ke mana?”

Jiyeon menjatuhkan bahunya. Jadi selama ini dia tidak ke mana-mana dan hanya sibuk dengan pekerjaan barunya. Ini sangat membuatnya hampir gila, karena berpikir kalau mahluk pucat ini sengaja menghilang setelah merenggut kesuciannya;

”Kau merindukanku?” Baekhyun menumpangkan kepalanya di pangkuan Jiyeon. Kesan manja itu membuat si gadis yang semula kesal mulai luluh.

”Yuna mencarimu ke mana-mana.”  ujar Jiyeon langsung sekalian ingin melihat reaksi Baekhyun.

”Dia tidak mau aku pututskan.”

Sorot mata namja itu bersirobok dengan tatapan Jiyeon. Keduanya menghela napas panjang.

”Dia belum tau kalau kau mempunyai apartemen ini sekarang?”

”Belum. Aku tidak ingin memberitahunya, karena tempat ini hanya untuk kita.”  tangan Baekhyun menarik leher Jiyeon hingga menunduk. Dia membuat Jiyeon menuruti kehendaknya dan mendaratkan kecupan manis di bibir Jiyeon tanpa memberi aba-aba. Gadis itu hanya tersenyum sekilas menerima reaksi spontan Baekhyun.

Setidaknya dia tidak bersikap labil lagi kali ini.

”Aku sungguh merindukanmu beberapa hari ini.” bisik namja itu dalam senyuman.

”Lalu kenapa kau tidak menghubungiku?”

”Aku terlalu sibuk, dan lelah. Manager menyuruhku untuk fokus agar semua bisa berjalan lancar. Dia mengatakan kalau aku ingin sukses, aku harus mengenyampingkan urusan lain.

”Ouh, begitu.”  Jiyeon mengangguk

”Kau bersama Woohyun?”

Jiyeon mengangguk. ”Aku tidak bisa menghindarinya. Dia selalu berada di dekatku selama ini.”

”Aku tidak suka!”  namja itu merengut. Wajahnya memang menunjukkan kalau dia tidak suka mengenai kedekatan Jiyeon dan Woohyun. Selama ini memang sudah begitu, hanya sekarang dia bisa lebih ekspresive menampilkannya karena sudah ada alasan yang jelas untuk mengatakan keberatannya.

”Lalu bagaimana dengan Yuna. Apa kau akan memastikan kapan urusan kalian akan selesai. Dia sudah mendatangiku dan mengatakan padaku kalau dia tidak akan melepaskanmu.”

”Aku tahu.”

Baekhyun beranjak duduk.

”Bagaimana kalau kita segera menikah saja.”

”Menikah!” Jiyeon terbelalak. ”Apa kau pikir masalah akan selesai kalau kita menikah?”

Baekhyun mengangguk

”Tentu saja. Kenapa tidak.”

”Aku tidak setuju.”

”Kenapa?”  Baekhyun tampak gusar.

”Karena aku masih mempunyai urusan dengan hidupku.”

”Lalu siapa yang tidak mempunyai urusan dengan hidup ini?”  Perkataan Baekhyun menggelitik kesadaran gadis yang tengah menatapnya jengah itu,

”Ya, siapa yang tidak punya urusan dengan hidup ini. Kalau memang tidak ingin punya urusan dengan hidup ini, mati saja sana!”  tegas Jiyeon asal. Baekhyun langsung memeluk pinggang gadis di sisinya dengan manja. ”Aku tidak mau mati Jiyeon.”

”Tck, siapa yang menyuruhmu mati.”

”Aku ingin membahagiakanmu. Sungguh!”

”Kalau begitu kita harus segera menyelesaikan semua ini sebelum Yuna semakin mencekikmu. Aku heran kenapa kau dulu begitu bergantung padanya. Dasar laki-laki labil. ” Jiyeon menunduk. ”Sebenarnya aku pun heran pada diriku sendiri, kenapa aku harus menyukai sepupuku sendiri yang begini labil dan tak bisa menentukan langkah hidupnya.”

Baekhyun mengulum senyum, dia sangat gemas dengan Jiyeonnya malam ini dan ingin sedikit bermesraan dengannya, tapi sepertinya Jiyeon memang sedang kesal sampai harus menatapnya denga bengis seperti itu.

”Kita akan menjalaninya bersama.”

”Tidak.” Jiyeon menggeleng. ”Tidak sekarang. Apalagi tadi kau bilang kau sedang fokus pada karirmu. Aku tidak ingin mengganggu hal itu.”

Namja itu menunduk sebentar, menatap jemarinya yang sedang bergumul dengan jemari Jiyeon di atas pangkuannya.  ”

“Aku ingin bahagia.”  Jelas Jiyeon dengan hati berat. “Aku sungguh ingin merasa bahagia tanpa ada halangan. Maafkan jika aku egois mengenai hal ini. Aku mempunyai target dalam hidupku, dan aku tidak mau sembarangan meski kini kenyataannya aku sudah menyerahkan kesucianku padamu, itu sungguh diluar targetku.”  Jiyeon menghela napas lagi.  “Itu karena aku benar-benar mencintaimu, Oppa!”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Kita hadapi Yuna bersama.” Ujar JIyeon

Baekhyun mengerjapkan matanya. MEnghadapi Yuna bersama. Why Not!  Dia akan memikirkan masalah ini.

.

.

.

.

.

.

“Aku dan YUna pernah mempunyai satu cerita.”  Begitu yang dikatakan Woohyun, dengan sangat serius. Dia mengambil sedotan dari samping gelas cocktailnya kemudian menyeruput minuman dengan kadar alcohol sedang itu dengan pelan sambil tak henti memperhatikan JIyeon yang sedang mematut.

“Satu cerita. Apa kau yakin?”  Tanya Jiyeon tak mengerti

“Ya.” Sahut si namja berwajah kalem itu

“Kau tidak salah sebut, mungkin kau punya dua atau tiga cerita denga si Yuna bedebah ini.”  JIyeon sedikit memaki,

Woohyun menyeringai geli mendengar JIyeon mengatakan Yuna bedebah. Ocehan macam apa itu, pikirnya dengan otak calon dokternya itu. Dia agak sulit menerima kelakar diluar jalur ilmu kedokterannya. Mungkin bedebah, kedengarannya agak mirip dengan ahli bedah, but … dia tetap menggeleng.

“JIyeon, aku dulu pernah memakai jasanya untuk membohongi kedua orang tuaku. Aku dulu pernah dijodohkan dengan seorang gadis, umurnya lebih tua dariku, dan dia hampir lulus dari kuliah kedokterannya. Namanya Nayong”

JIyeon masih menyimak, sambil meminum cocktailnya juga.

“Kau dijodohkan?”

“Ya, wanita itu, dia cantik dan sangat cerdas. Aku mengenalnya dengan baik, tapi kemudian aku harus dihadapkan pada kenyataan, dia sudah hamil.”

“Hamil darimu?”

“BUkan. Dia hamil dengan laki-laki lain. Saat itu aku baru lulus dari SMA, dan berniat untuk masuk kuliah kedokteran tapi akhirnya aku urungkan karena aku tidak ingin menjadi dokter karena takut akan dianggap mengikuti jalurnya.”

“LAlu?”

“Aku tidak mau menikah dengannya, tapi kedua orang tuaku terus memaksaku, karena mereka sangat prihatin dengan Nayong. Kedua orang tuaku mengenal baik keluarga NAyong.”

“Lalu?”

“Aku mengajak seorang gadis yang aku temui di bar untuk aku kenalkan pada orang tuaku, dan gadis itu Yuna. “

Eoh, kalian bertemu di Bar. Aku pikir kalian sudah saling mengenal sejak kecil, sama seperti kami.”

Woohyun menggeleng.

“Akhirnya mereka tidak pernah lagi membahas mengenai  permenikahan lagi. Tapi Yuna tidak berhenti menggangguku.”

“Mengganggumu bagaimana?” sepertinya Jiyeon memang penasaran.

“Dia mengatakan pada orang tuaku bahwa kami sering berhubungan dan dia hamil. Tapi aku menyuruhnya mengaborsi kandunganku karena dia belum siap untuk mempunyai anak. Omongannya membuat keluargaku syok dan terluka, terlebih Nayong yang ternyata begitu berharap aku mau membantunya. Dia hamil, dan hanya ingin agar aku menikahinya sampai dia melahirkan bayinya.”

“Memangnya ke mana ayah dari bayi itu?”

“MEninggal dalam kecelakaan, dan keluarga dari laki-laki itu tidak mengakui  bayi itu.”

“Sebenarnya kasihan dia, tapi kenapa kau tidak mau? Jahat sekali kau ini, Sunbae Oppa!”

Woohyun menoyor kening JIyeon.

“Aku hanya merasa sakit hati, karena sebenarnya aku sangat mencintai Nayong. Aku sudah memendam perasaan ini begitu lama, tapi harus menerima kenyataan dia hamil dengan laki-laki lain. Entah kenapa, aku ingin membuatnya merasa sakit dan menderita.”  Namja itu diam sebentar, kemudian melirik Jiyeon. “Mungkin kau benar, aku memang sangat jahat.”

“Ya, kupikir juga begitu.”

Woohyun menghela napasnya dengan berat.

“KAu pasti menyesal Sunbae Oppa.”

“Ya.”

“LAlu ke mana dia sekarang?”

“MEninggal.”

Jiyeon tercekat. “MAksudmu meninggal dunia?”

“Ya. Dia meninggal karena terjatuh saat aku dan Yuna bertengkar. Dia berusaha melerai tapi kemudian—“

“Ceritamu sungguh tragis Sunbae Oppa.”

“Hhh!”  namja itu menyeruput lagi cocktailnya.

“Lalu Yuna berbuat apa lagi padamu?”

“Setelah Nayong meninggal, dia tidak pernah muncul lagi. BAru setelah kau sering menceritakan padaku mengenai Yuna dan Baekhyun, aku merasa bahwa sepertinya kita memliki Yuna yang sama dalam masalah hidup kita.”

JIyeon menganguk-angguk.

Ponselnya berbunyi, dan Jiyeon minta ijin pada Woohyun untuk menerimanya di luar Bar. Dengan cepat Jiyeon berlari menuju kea rah pintu,

“Baekhy Oppa !” sebutnya

“Kau di mana?”

“Di Bar. Ada apa?”

“Aku berada di rumah, dan eomma menanyakanmu. Apa kau sering seperti ini, keluar malam tanpa ijin mereka. KAu bersama Woohyun lagi?”

“Hm, kenapa kau berada di rumah, memangnya ada apa?”

“YUna ada di sini, dan dia mengatakan kalau dia hamil, dan aku menyuruhnya untuk mengaborsi kandungannya. “  BAekhyun menggeram kesal. Mungkin saat ini dia sedang mengunci diri di dalam kamar Jiyeon.

“What! Aborsi?”

JIyeon memekik keras sambil berjalan ke sana ke mari seperti orang bingung.

“Ya, dia mengarang cerita konyol ini dan membuat orangtua kita syok. Kau tahu apa yang mereka bilang padaku?  Aku harus menikah dengan Yuna secepatnya, karena mereka tidak enak dengan keluarga Yuna.”

JIyeon memijat keningnya semakin kuat. Apa yang baru saja dikatakan Woohyun terjadi juga padanya. Oh tidak!

“Pulanglah, Jiyeon!”

“Aku dalam perjalanan Oppa.”

.

.

.

.tbc

note.

Thank You  …Thank You

Makasih untuk semua yang sudah berkomentar di ff ku, dan semoga bisa bersabar dengan sambungan ff yang belum aku post, pasti akan aku lanjutkan, Cuma emang waktunya terbatas banget, bahkan untuk balesin komentar di WP aja kayaknya susah banget, aku Cuma punya waktu buat ngepost, setelah itu menghilang.  Di FB juga begitu, aku ga bisa jawab pertanyaan tapi ff yang aku kirim ke inbox itu emang baru chapter 1 dan masih ada lanjutannya. Nanti akan aku kirim, di WP juga aku post tapi private. MUdah-mudah suka dengan ffnya,

Untuk semuanya, yang tidak bisa kusebutkan satu-persatu, terima kasih sangat untuk supportnya.

 

 

Advertisements

26 Comments Add yours

  1. rasma says:

    wahh benar ” si yuna inibikin rese .. wohyun paboo . jiyeon mulai beraksi …

  2. megawatt123 says:

    Yuna licik banget…ksian jiyi ma baek.

  3. mhilaji says:

    Yuna bermuka tebal gak tau malu sumpah bikin kesel.. pengen mhila cekik…. kak lana kau membuatku kesal dengan sosok yuna itu argghh …
    .
    .
    Wah super sibuk.. tapi di tengah kesibukan masih nyempetin buat bikin ff … huuuuu salut…
    .
    Next di tunggu sangat fighting…

  4. amalina says:

    Yuna motif nya apa , koq dya kayak gitu sma cowo2, itu kenapa donghae kenal yuna , jahat juga ya yuna..
    Baekyun sm jiyeon bakalan ngakuin ga kalo mreka ada hubungan.

  5. dwiki says:

    aishhhh yuna ini bener2 ya dasar ularr, selalu pake trik hamil sama aborsi buat ngikat namja. huhhhh. moga aja jiyeon sama baekhyun bisa nyelesain masalah yuna

  6. Minew says:

    Yarlah si yuna rendahan bgt c…dkit2 fitnah, bilag hamil lg…untug jiyi udah dceritain woohyun dluan..dy g bakal slahpham…
    Ayo baaekjihyun labrak dy…ben tau rasa hehe
    Dtggu next partx…

  7. ma♥B says:

    yuna tolonq berikan jalan yg lurus untuk hub baekji. absjsjak😭

  8. Ohh jd baekhy mghlg krn sibuk toh..
    Kirain dy tersesat d Dunia mn gt,
    Yuna?? Pengen d cakar2 dech. 😲
    Duh pnsrn jiyeon bakal diam ja ato perang mulut dg Yuna saat d rmh y??

  9. diah.dimin says:

    omaigot… yuna bnr2 biang kerusuhan… hadeuh… next3 blh g kalo yuna ta sambelin terasi.. gedek nich..

  10. sookyung says:

    yuna kayaknya harus di getok kepalanya pake sendok biar fikirannya lurus kembali,, ^^ ,,

  11. putri JH says:

    lapangan masih lebar,,, yuna yuk berkelahi denganku,reseek bgt tuh orang..hadeuuuhh

  12. iineey says:

    Yuna pake senjata lama lagi
    CKckckc bener2 biang kerok nih kyk nya
    Mdh2an ortu nya baekhyun bisa ngerti setelah mendengar penjelasan dr woohyun
    Itupun klo woohyun mau bantu ya kkkk

  13. May andriani says:

    Dasar yuna cewek licik.. Aaaa moga aja kebohongan yuna cepet”terungkap ..

  14. nissa says:

    omg kenapa yuna begitu jahat memang seperi bedebah dia.jangan sampe baekhyun nikah ma yuna kasian jiyeon kan yg udh ngelakuin itu ke jiyeon baekhyun.ditungggu kelanjutannya

  15. djeany says:

    apa yg di ceritakan wohyun terjadi juga dg baekhi.
    seperti nya yuna punya penyakit jiwa, oh mg..
    sama2 lan,kita juga makasih banyak..
    tetap sehat dan semangat ya..

    1. mochaccino says:

      tengyu didoain

  16. jungkissblog says:

    Jahat skali yuna,jiyeon sudah enggak suci? sejak bila? ahh,nggak apa2,author-nim aku mau passwordnya blue it’s you part 10 ㅠ.ㅠ

    1. mochaccino says:

      uda q qirim

  17. peyon93 says:

    yuna licik, jahat arghhh…di saat baek udh ga labil, eh ada pengganggu yang ngerecohin.. fighting kakak. ditunggu next nya hehe

  18. Kim yeon says:

    Baekhyun terjebak dengan wanita gila seperti yuna,,, harus usa lebih giat tuh buat lepas dari yuna,,,gimana ni baekhyun disuru nikahin hyuna pastinya tidakkk,, lalu nasib hubungan baekhyun sama jiyeon gimana dong,, yuna penggangguuuuuuu

  19. kwonjiyeon says:

    Lana hp ku hilng aku g bs buk gmail aku ada yg udah ngubh sandinya jdi plies jgn dlu kirim apapun k gmailku ……sedih akuuuuuuuu rahasiaku just you and lanniel yg tau ……….sedang bingung dan sedih bngeeeeeeet

    1. mochaccino says:

      oce, Makanya jangan nyari pokemon melulu 😀

    2. kwonjiyeon says:

      Kkkkkkk bs aja abis enak sih
      Pengen bnget bc persi ncnya ypi g bs buka gmainya lanaaaaa penasaran

      1. mochaccino says:

        nc yg mana?

      2. kwonjiyeon says:

        Yg barunya ada 3 kn aku blum bc smua

  20. Just Me says:

    Kenapa aku berharap Yuna cuma nipu Baekhyun aja kaya dia nipu Woohyun yg ngaku2 hamil.. hmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s