ONCE UPON A TIME – 4


1 upon

ONCE UPON A TIME 4

Episode 4#

Park Jiyeon

Kim Mingyu

Zhang Yixing

Romance

Rated-PG

.

.

,

Ketika Jiyeon masuk ke dalam apartemennya, Mingyu sudah berada di sana, sibuk dengan buku-bukunya. Dia terlihat menarik jika sedang serius.  Keningnya berkerut ketika melihat JIyeon masuk. Dari balik kacamata minusnya dia menyimak wajah Jiyeon dengan sangat teliti, tapi gadis yang lebih terlihat dewasa itu tidak memperdulikannya. Seharian ini Jiyeon sibuk dengan calon ibu mertuanya. Dia dibawa ke sana ke sini hanya karena ingin melegakan hati wanita yang mungkin kelak akan cukup berpengaruh dalam hidupnya itu.

“NUnna!” Mingyu mengerjar langkah Nunnanya yang melintas tanpa ekspresi. JIyeon bahkan langsung ambruk di atas kasurnya

“Aku capek!” keluh gadis itu tanpa tenaga

MIngyu tersenyum manis dan langsung duduk di sebelah Jiyeon, mempekerjakan tangannya pada punggung dan bahu gadis itu dengan hati-hati. JIyeon terpejam dan menikmati semua sentuhan tangan itu. Sejak awal dia sangat menyukai tangan Mingyu ketika menyentuhnya, ehm— memijatnya. Tubuhnya mulai rileks dan sangat nyaman. Kenapa Mingyu bisa sehebat ini melakukan pijatan.

Sedangkan MIngyu bisa melihat ketegangan di wajah JIyeon memudar. Tubuh yang tengah dipijatnya ini pun tampak semakin rileks dan sangat menikmati aksinya. Entah kenapa dia merasa bangga karena bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat nunnanya ini senang.

“Mingyghhhh…” desah JIyeon.

Uphs! Mingyu memainkan bola matanya kian kemari, Apa tadi Jiyeon memanggilnya atau mendesahkan namanya. SRUT—  Dengan cepat dia merapatkan kakinya yang tadi sedikit terbuka demi menekan sesuatu yang terbangun di daerah sensitivenya.  Kemudian menggeleng gelisah. Dia tidak boleh lagi mendegar desahan semacam itu lagi, tapi tangannya tidak mau berhenti untuk memijat, dan saat ini dengan sangat lembut, tangan MIngyu memijat leher dan tengkuk juga kepala bagian belakang Jiyeon supaya nunnanya ini semakin rileks, tapi—

“Stop it—!”  gumam Jiyeon dengan mata terpejam,

MIngyu diam dan menghentikan semua aksinya. Dipandanginya Jiyeon yang masih terpejam. Apakah nunnanya ini marah.

“Nunna!” panggil Mingyu

JIyeon membuka mata dan melirik sayu. Nafasnya memburu tidak karuan demi merasakan semua sensasi yang dia rasakan. JIyeon terpaksa menghentikan semua ini supaya dia tidak kebablasan, tapi tatapan polos MIngyu itu justru ingin di eksplorasinya.

“Tanganmu sungguh berbahaya, Yang Mulia Mingyu.” Bisik Jiyeon dengan rona malu.

Mingyu menunduk dengan sebuah senyuman. Dia tahu apa maksud perkataan Jiyeon mengenai tangannya.

“Apa Nunna ingin aku melanjutkannya?”  tanyanya lirih.

INteraksi lewat tatapan mata ini terjalin dengan sangat hangat. Jiyeon mengenali getaran-getaran yang dia lihat dari sorot mata itu, terlebih ketika Mingyu mendengar nama Yixing disebut secara sengaja atau tidak sengaja. Bocah ini mulai melibatkan hatinya dalam pertemanan ini.

“MIngyu, “  Jiyeon menyentuh jemari Mingyu lembut

“Aku suka saat kau memijatku.”

“JAdi biarkan aku melanjutkannya.” Tegas bocah itu

“Tidak! Aku takut!” Jiyeon melarang lagi

NAmja itu mendekat dengan significant sehinga Jiyeon harus mundur.

“MIanhae!” bisiknya kemudian. Mingyu tampak kecewa.

“Aku tahu aku tidak sepadan. Aku masih bocah dan Nunna selalu menganggapku sebagai namja labil, terlebih lagi aku mempunyai penyakit kronis yang aneh.”

JIyeon menggeleng, dan mengambil tangan Mingyu lagi.

“Bukan seperti itu—“  terpotong oleh sebuah suara yang mendadak mengingatkan JIyeon akan kehadiran Yixing. “Oh My God!”

JIyeon meloncat dari atas ranjang dan berjalan keluar kamar meninggalkan Mingyu yang menjadi panic. Dia hanya mengira kalau Yixing mungkin saja datang.

Dia segera menyusul Jiyeon keluar, tapi ternyata ketika dia melihat seorang wanita yang bersama JIyeon barulah dia lega.

“Mingyu, ini kakakku, Sora.”

Sora mengernyit ketika melihat MIngyu keluar dari kamar Jiyeon. Dia sibuk mencari tahu dari raut muka adiknya perihal Mingyu. BUkan tidak mungkin kalau diantara mereka terjadi project instan yang lumayan membahayakan.

Annyeong!” sapa Mingyu sopan,

“JIyi, dia masih SMA.”  Bisik Sora di telinga adiknya

“I know, “ Jiyeon menggeleng sambil memijat keningnya. Mereka saling menatap sebentar dan menghela napas.

“Aku ke sini karena aku mendengar kau sakit.” Ujar Sora sambil duduk di sofa.

“YA. Aku memang sakit.”  Jiyeon melirik Mingyu yang kembali pada peljaran dan tugas-tugas sekolahnya. Dia memakai meja makan untuk belajar. Mendadak dia menjadi sangat cool dan pendiam. Jiyeon tidak bisa berhenti menoleh kea rah bocah itu meski saat ini kakaknya sedang mengajaknya bicara.

“KAlau kau tidak sanggup mengurusnya, biarkan aku saja.  Aku akan membawa Mingyu ke rumahku.”

MIngyu melirik, dan memohon pada Jiyeon dengan kerutan di keningnya.

“Tidak usah!”  ujar JIyeon cepat.

“Tidak usah bagaiamana?”

“Biarkan dia bersamaku. “

SOra mengernyit lagi. “JIyeon, aku peringatkan padamu, dia itu anak dari temanku.” Bisiknya hati-hati

“KAmi seperti teman.” Timpal Jiyeon.

Sora mengangguk lalu menoleh kea rah Mingyu. “Apa kau suka berada di sini Kim Mingyu?”

Mingyu mengangguk lemah. Dia tidak berani mengatakan apapun sampai JIyeon memegang lengan Sora,

“Ya, biarkan dia bersamaku.  Aku merasa sedikit terhibur dengan adanya dia. Kami banyak ngobrol, dan—“

“KAu menyukainya?” selidik Sora

“Eonie, aku sebentar lagi akan menikah.”

“Itu yang ingin aku tegaskan padamu. Kau akan menikah, dan aku harap kau tidak melibatkan diri dengan hubungan singkat dari perasaan sesaat yang mungkin sedang terjadi.” Sora menghela napasnya.  “JAngan memberi harapan padanya, karena sepertinya dia menyukaimu.”

“Eonie ini bicara apa. KAmi hanya berteman.”

Pembicaraan itu di dengar oleh MIngyu. Ya, memang sulit baginya untuk berada di dalam situasi seperti ini. Dia menyukai Jiyeon, tentu saja. Jiyeon cantik dan sangat mandiri. Dia bisa diandalkan dan sangat berdedikasi. Laki-laki mana yang tidak akan tunduk padanya. Tapi kenapa justru pada wanita ini, Mingyu jatuh cinta.

Ketika malam, JIyeon sudah melihat MIngyu tidur di sofa. Dia tidur begitu pulas, dan terlihat manis. Seandainya saja usia bocah ini sama dengannya—

.

.

.

“NUnna!”  panggilan itu terdengar oleh JIyeon sehingga dia harus memaksa matanya untuk terbuka. Mingyu duduk di sampingnya, menatapnya dengan banyak makna.

“Ada apa?”  JIyeon bangkit dan duduk. Diliriknya jam analog di sebelahnya. Masih menunjukkan pukul dua dini hari, itu artinya, Jiyeon baru saja terlelap selama satu jam. Eoh, kenapa Mingyu begitu aneh.

“NUnna, aku memang menyukaimu. Bisakah kau menolongku?”  pintanya

“Mingyu…”  JIyeon masih tergagap. Mungkin ini mengenai pembicaraan yang terpotong sebelum kadatangan Sora. JIyeon menggeleng sebentar dan beranjak dari ranjangnya.

“Sebentar, aku harus minum. Aku haus, Mingyu.”

MIngyu mengikuti JIyeon hingga ke pantry. Dia terus mengekor di belakang nunnanya dengan sangat rapat, dan sempat membuat Jiyeon nervous.

“Kau minta tolong apa?”

“Tolong lenyapkan semua perasaan itu dari hatiku.”

JIyeon tercengang. KEnapa mendadak hatinya menjadi larut dalam nyeri. KEnapa Mingyu harus mengatakan kalimat yang begitu rapuh di hadapannya.

Wajah itu begitu berharap akan sesuatu, dan JIyeon tidak mengerti harus bersikap seperti apa dan bagaimana.

“MIngyu, aku tidak tahu—“

“Aku pun tidak bisa membuat Nunna menyukaiku, aku hanya seperti ini, tidak punya kelebihan apapun, bodoh dan terlebih—“

JIyeon membungkam mulut Mingyu dengan telunjuknya. PEmbicaraan ini termasuk gila. Dini hari berdiskusi masalah hati. Apakah ini hanya kekonyolan atau sebuah mission impossible yang hanya menitikberatkan pada adanya kesempatan diantara mereka.

Mingyu mengambil tangan Jiyeon dan menarik gadis itu mendekat, lalu dengan segenap hatinya dia memberikan sebuah pelukan. Jiyeon terkesiap menerima perlakuan itu. BAgaimana mungkin dia bisa luluh

“Aku tahu Nunna akan segera menikah, dan aku terlanjur menyukaimu.”

“Yang Mulia Mingyu!” bisik JIyeon dengan hati rancu

Sementara tangan Mingyu sudah beraksi dengan pijatannya yang selalu bias membuat Jiyeon nyaman.

“Kalau Nunna tidak menyukaiku tidak apa-apa, tapi biarkan aku menyukai Nunna dengan semua kekurangan yang aku punya. “

JIyeon melepaskan pelukan MIngyu dan menghadapi wajah tampan itu dengan sedikit mendongak. Maklum bocah ini terlalu tinggi.

“Mingyu, siapa yang tidak menyukaimu? Kau tampan, kau adalah Yang Mulia Mingyu, dan aku menyukaimu.”

Jiyeon tersenyum, tapi dia tidak melihat MIngyu lega dengan jawaban darinya. Lalu bocah itu malah mundur, agak menjauh dari posisi Jiyeon berdiri.

“NUnna hanya menghiburku. Aku tahu, mungkin karena kau tidak mau aku terluka.” Mingyu bergeser ke sofa. “NUnna, jangan khawatir, aku tidak apa-apa. Aku cukup lega bisa mengatakan perasaan ini pada Nunna.”

Jiyeon berdecak sambil menggeleng sekali. Dia cukup merasa dipermainkan dengan scene yang baru saja terjadi. Tidak ada sambutan manis dari kata-katanya barusan. Apakah Mingyu berpikir kalau apa yang dia rasakan ini hanya sebuah penghiburan.

“Kim Mingyu!” panggil JIyeon ragu.

Mingyu masih menatapnya.

“Kau membangunkan aku dan mengatakan kau menyukaiku, lalu setelah aku menjawabmu, sekarang kau bersikap tidak serius seperti itu. Apa kau sengaja ingin mengerjaiku lagi?”  Jiyeon berusaha untuk menekan rasa malunya dan menyerang bocah itu dengan mata bulatnya

Mingyu menggeleng, dan terus menatap Jiyeon. Gadis itu mendengus dan berjalan kembali ke kamarnya.

“NUnna!” Mingyu berusah memangilnya.

“Nunna!”

“Nunna!”

JIyeon terkesiap ketika dia measakan tubuhnya terguncang hebat. MAtanya terbuka dan menemukan Mingyu tengah membopongnya.

“Mingyu, apa yang kau—“  Jiyeon memaksa turun dari gendongan Mingyu

“Nunna, kenapa kau tidur di lantai dapur?” Tanya Mingyu bingung.  “Aku yang mempunyai penyakit tidur berjalan, tapi kenapa Nunna sekarang yang tidur di dapur.”

Jiyeon memindai sekitarnya. Ya, kenapa semua ini terasa nyata, jadi yang semalam itu hanya sebuah mimpi. GAdis itu melirik sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam ruangan. Rupanya sudah pagi, dan dia tertidur di lantai dapur.

Mingyu menggaruk kepalanya. “PAntas saja, aku tidak merasa enak tidur di ranjangmu semalam.”

“Jadi kau memang sengaja menungguku tidur, lalu setelah itu menyusul untuk tidur di sebelahku. Begitu?” Jiyeon menjewer kuping bocah yang berusaha kabur darinya itu.

“Aku tidur  Nunna, aku tidak sengaja. Aku tidak tau…AW! lepaskan Nunna!”

“LAlu kenapa aku bisa tidur di lantai dapur?”  JIyeon melepaskan kuping MIngyu dan berjalan ke kamarnya.

“Dan kenapa kau selalu tidur di ranjangku, kenapa kau tidak keluyuran di jalan dan selalu berakhir di ranjangku?”

Mingyu menarik napasnya dalam-dalam,

“Mungkin karena di alam bawah sadarku, aku selalu memikirkanmu, sehingga aku selalu berusaha untuk mencarimu.”

Jiyeon mengenyit. “Setelah kau menemukanku—?”

“Aku tidak bisa lagi pergi ke manapun, karena aku akan selalu kembali padamu. Aku berusaha untuk mencari jalan-jalan yang selalu dan biasa aku lewati, tapi sepertinya semua jalan itu tidak lagi menjadi prioritasku. Di dalam otakku, di dalam mimpiku, di dalam ketidaksadaranku, aku selalu memikirkanmu.”

“Eoh!”

Wajah Jiyeon memerah di depan pintu kamarnya. Ada serangan fajar yang membumihanguskan banteng pertahanannya. Dia berpaling untuk menghindari tatapan yang mendadak membuat lututnya gemetar itu.

“Nunna!”  MIngyu berusaha mendekat, tapi JIyeon mencegahnya.

“Biarkan aku sendiri dulu, Kim Mingyu. Aku sepertinya—“

BRAKH

Mereka menoleh bersamaan pada pintu yang terbuka. Seraut wajah yang begitu akrab itu muncul dan memporakporandakan ketegangan itu. Yixing tercekat dengan mulut terbuka menatap ke arah Mingyu dan juga tunangannya yang terlihat merona.

Apa yang tengah terjadi di sini?

.

.

.

Tbc

 

Advertisements

22 Comments Add yours

  1. Hana park says:

    Laahh yixingnya dataaang?…duh eonnie aku lebih suka jiyeon sama mingyu serius:( lucu merekaaaaaa gasabar liat next partnya uu

  2. AriePJY says:

    Kira2 bagaimana ekspresi yixing th jiyeon tinggal be2 sm mingyu,bikin greget Mrk be2 sm2 SK Tp MSh gengsi untk menyatakan suka,semoga jiyeon gak jd nikah sm yixing.next dong mkn pnsrn Ni yixing tiba2 dtng apa yg akan trjd selanjutnya

  3. amliaofficial says:

    waw… cerita ini bikin aku gemes deh..
    lucu bgt mingyu sama jiyeon hihi
    dtgu kelanjutannya thor

  4. anick says:

    yixing kemna aja kok baru kluar,? mingyu & jiyi saling menyukai sweet tpi ada yixing yg bkal ganggu next

  5. megawatt123 says:

    Knpa yixing datang ganggu aja deh…
    Next

  6. Kim yeon says:

    Yixing akhirnya datang,, apa dia akn marah liat jiyeon dengan mingyu ,,, kebiasaan tidur berjalan mingyu nular ke jiyeon tu kayak nya haha

  7. Akhirnya brani jg mingyu ungkap kn prasaan meski pn ragu akan hasil na..
    Tidur d dapur??? Jiyi mabok y sampai tdr d situ??
    Ommo!!!!
    Yixing muncul jg akhirnya naaaa

  8. diah.dimin says:

    penyakit minggyu nular k jiyi nich kayanya haha. ko bisa tukeran. next..

  9. RegitaOhJiSe says:

    Yaelah Yixing datang…. gimana ini? Mingyu dan Jiyeon udah saling berperang perasaan, dan barusan aja Mingyu tanpa sengaja ngungkapin perasaannya ke Jiyi..

    Next thor!

  10. sookyung says:

    mingyu dan jiyeon sama sama sedang dilema ^^

  11. rasma says:

    ya ampun ji yeon tidur di lantai…yixingdatang huh ganggu aja ..

  12. kriswulan says:

    MinYeon saling menyukai sebenarnya, dan jiyi masih cukup sadar dg status nya yg sebentar lagi akan menikah.
    Akan adakah kesempatan buat mingyu?
    Yixing liat juga mingyu di tempat jiyi,, kira² dia akan gimana yah….

  13. putri JH says:

    AIGO… GO GO MINGYU.. aku ngarep mreka bersatu euy.. udah cocok… kumohon icing lain kali aja ya sma jiyi,, skarang jiyi buat mingyu..okeyy hehehe

  14. nissa says:

    semoga yixing salah paham dan dia ngebatalin pertunangannya dan jiyeon akhirnya ma mingyu.jadi cuma mimpi.tapi kenpa jiyeon yg jadinya tidur didapur

  15. indaah says:

    haha jiyeon yg punya sakit jalan wktu tidur lg ckck
    duh sora lgsung tau aja klo mingyu suka ma jiyeon dan nasehatin jiyeon jgn php in anak org ..
    yixing datang .. yess apa reaksi nya yaa
    marah kah .. nasehatin jiyi kah

  16. dwiki says:

    ooowwww yixing nongol???
    kira2 apa yg bakal dipikirin yixing ttg jiyeon sama mingyu?
    lahhh itu knpa bisa jiyeon tidur di lantai dapur?
    aihhhh sayang sih si mingyu masih SMA coba aja seumuran sama jiyeon

  17. dwiki says:

    ooowwww yixing nongol???
    kira2 apa yg bakal dipikirin yixing ttg jiyeon sama mingyu?
    lahhh itu knpa bisa jiyeon tidur di lantai dapur?
    aihhhh sayang sih si mingyu masih SMA coba aja seumuran sama jiyeon kan jadi gak bakal rumit jiyeon mikirinnya hahahha

  18. May andriani says:

    Knp jiyeon bisa tidur di lantai dapur?? N yixing knp tiba” datang ya?? Apa yixing curiga sama jiyeon n mingyu?? Next 🙂

  19. djeany says:

    akhirnya yixing muncul..
    jreng2..
    duh jiyeon harus fokus dg yixing jangan terlena dg mingyuu..
    mingyu itu masih kecil masih labil..

    1. mochaccino says:

      vro yixing ni

  20. kwonjiyeon says:

    Gubrak ….sp yg datang bkin kaget

  21. anii says:

    Eh yixing datang?? Wahh udh nyess2 ngungkapin perasaan, eh malah adalagi cobaan ,
    next yaaw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s