For Better Or Worse 1


for-better-or-worse

Title    || For Better Or Worse 1

Cast  || Wu Yifan, Park JIyeon and Park Chanyeol

Author  || Mochaccino

Genre || Cute Romance

Rated || G

.

.

.

Disebuah cuaca siang yang dingin. Salju sedang bertaburan dari langit abu-abu. Mendung yang gelap, dan suasana di dalam kelas terasa mencekam. Seorang dosen berwajah dingin setara dengan kesombongan salju di gugusan Alpen, tengah memenjarakan seorang Jiyeon dalam sikap beku di depan kelas. Gadis dengan polah  seceria liukan pohon persik di musim semi itu mendadak tak berkutik ketika Mr. Wu, begitu semua mahasiswa tercintanya memanggil dosennya itu, sedang memaparkan nilai-nilai finance Jiyeon yang tak bisa dikategorikan aman. Nilainya membuat huru-hara dalam benak gadis cantik bertubuh asik itu.

Mencekam?

Tidak terlalu— bagi seorang Yifan. Dia kelihatannya begitu menikmati suasana ini. Punggungnya terlempar manis pada sandaran bangku, dengan menumpangkan sebelah kakinya secara anggun bak aritrokat yang salah tempat, tapi dia memang manis. Rambut pirangnya terlihat ringan dihembus hawa dingin dari kipas angin di langit-langit ruangan.

But Jiyeon menggigil.

Hal yang bisa dilakukannya hanyalah mematung dan gemetar. Rasa malu jelas mencandai wajahnya yang dia sembunyikan di balik helai rambut panjangnya, tapi beruntung hanya ada dia dan si dosen tampan ini di dalam sini,  juga sisa kepenatannya yang bermain-main dengan deru napasnya yang sejak tadi mengganggu pendengaran sang dosen berkulit eksotis itu.

Rasa malu Jiyeon benar-benar dia nikmati bersama debaran-debaran aneh jantungnya.

“Angkat mukamu dan lihatlah nilaimu!” begitu perintahnya. Yifan berdecak. Dia ingin membuat sebuah negoisasi mengenai kelanjutan mahasiswanya ini untuk tetap berada di kelasnya. Secara tidak langsung dia juga ingin menikmati wajah itu, wajah pucat nan cantik dan menantang.

Sulit— makinya dalam hati.

“Kau mau aku bagaimana, Miss Park?” tanyanya dingin.

Jiyeon menggeleng. Tapi sebuah pemikiran muncul di kepalanya. Ada apa dengan penawaran itu. Kau mau aku bagaimana Miss Park?  Terngiang-ngiang bersama sebuah kilat imajiner di dalam kepalanya.

Dia ingin Jiyeon bagaimana?

“Kau mau aku memberikan kemudahan padamu?”  rujuk dosen blonde itu.

He must be kidding right? 

Gadis itu mengedipkan matanya bersama lentik cantiknya, kemudian menatap bingung— masih blank.

Kemudahan macam apa yang diinginkan dosen tampan berdarah dingin ini. Matanya seperti binatang jalang yang sedang mengintai mangsanya.

So Jiyeon sempat mendengar gunjingan kalau dosen ini biasa menjual belikan nilai dengan beberapa mahasiswa terutama wanita. Dia mengambil keuntungan dari kondisi semacam ini.

Dia  meneliti sorot mata itu. Masih dingin meski mengandung banyak arti.

Yifan mendadak berdiri, cukup membuat gadis itu mengambil gerakan spontan untuk mundur.

“Hh, temui aku di caffee Louise!” titah sang dosen dengan nada mendikte.

“Di mana ?” ulang Jiyeon

“Kau biasa ke sana bersama teman kencanmu, kan.”

Emh…. bola mata Jiyeon bergerak memutar dengan perasaan compang camping. What just he said?

Mr. Wu itu sungguh tahu segala-galanya. Bagaimana bisa dia tahu kalau Jiyeon selama ini selalu pergi ke sana dengan beberapa teman prianya. Berganti-ganti pula. Ini menambah rona malu itu menjalar di pipinya.

Dia pasti menstalkernya.

So?”  dia menunggu jawaban

.

.

.

.

Jadi ini adalah sebuah sore yang lagi-lagi dingin.  Ada semburat warna jeruk di langit abu-abu,  di tambah rasa gugup yang membuat Jiyeon semakin tidak bisa mengendalikan detak jantungnya. Sebentar  dia meringis karena dia tahu siapa yang akan dijumpainya. Sang dosen berdarah dingin itu.

Wu Yifan

Ada rasa geli jika memang apa yang ada di pikirannya ini benar adanya. Kalau hanya sekedar ingin mengambil keuntungan mengenai nilai, kenapa Yifan begitu ingin mengajaknya bertemu di sini, bukan di hotel atau apartemennya.

“Selamat Sore Miss Park!” sapanya dengan suara berat dan wajah datar tanpa ekspresi. Dia meneliti pakaian yang dikenakan mahasiswinya, kemudian menelan senyumnya.

Dosen ini, membawa bunga. What kind of surprise is this? Batin JIyeon

“Kau mau?” tanyanya sambil memberikan bunga itu, seiring dia mendului masuk ke dalam caffee dan duduk di sudut ruangan, agak jauh dari bangku lain— cuek.

Jiyeon mematung sambil menggendong bucket bunga itu. Aneh. Jika dia memang berniat memberikan kenapa harus bertanya,

‘Kau mau?’

Dia itu gengsi atau bagaimana?

Gadis itu menggerutu sambil melangkah dengan lutut gemetar.

“Duduklah, dan pesanlah sesuatu.” Ujarnya. Dia mengeluarkan ponselnya dan sibuk sebentar di sana. Menekan ini dan itu kemudian mendesah berat, lalu menggerutu lagi, dan sekian menit kemudian mukanya baru terangkat kembali menemukan Jiyeon yang sudah menyeruput buble tea nya. Dia memberikan tatapan angker pada mahasiswi cantiknya itu.

“Saya haus Mr. Wu.” Jawabnya ketika dosen itu mengerucut kesal

“Kenapa kau minum sendiri?” hardiknya galak /sok galak/

“Saya tidak tahu apa yang Anda suka Mr. Wu.”  Jiyeon menjawab polos

“Seharusnya kau tahu apa yang aku suka Jiyeon,karena apa yang kau suka menjadi kesukaanku juga.”

/kriiik

Gadis itu kembali menyeruput buble teanya tanpa dosa.

“Kenapa kau tidak memesan untukku?” lanjut Yifan karena diabaikan

“Anda mau ini?”

Yifan tidak menjawab, malah beranjak dari tempat duduknya, berjalan ke counter untuk memesan sesuatu. Punggung itu menjauh dari tatapan Jiyeon. Punggung yang sangat berkarakter. Gadis itu tidak bisa melepaskan matanya dari sang dosen sampai, akhirnya—

SET

Dosen itu melirik Jiyeon dan membuat wajah gadis itu memerah. DAMNT, dosen itu sungguh mempunyai pesona yang luar biasa mematikan. Lethal YIFAN!        

Sementara Yifan masih memilih beberapa menu kudapan, Jiyeon melihat bayangan seorang namja yang mendekatinya

“Sayangku!”  suara setengah mendesah itu tepat berada di dekat telinganya.

My God, Chanyeol! Kenapa kau ke sini?”  gadis itu kaget sejadi-jadinya

“Kita biasa bertemu di sini,kan.”  Namja itu duduk di tempat Yifan tadi duduk.  JIyeon menepuk jidatnya

“Pergilah, kita tidak punya kencan hari ini.”

“So, dengan siapa sekarang kau berkencan?”  selidik namja itu dengan tenang. Pantatnya sudah nyaman di sana.

“Denganku.” Jawab sebuah suara. Jiyeon menoleh dan mendongak ke arah Yifan yang berdiri di sisinya dengan wajah angker.

“Mr. Wu!”  Chanyeol meloncat dari kursinya dan mempersilahkan dosen itu duduk.

Sang dosen itu kembali duduk dengan anggunnya.

Sedangkan Chanyeol masih berdiri di samping Jiyeon ketika Yfan melirik sengit. Sorot matanya melubangi setiap jengkal kemesuman namja dengan postur menjulang itu dengan radiasi kecemburuannya.

Yifan cemburu?

What the hell is this?  Dia menggerutu dalam hati.

“Aku yakin kau tidak punya urusan lagi di sini Mr. Park Chanyeol, jadi pergilah!” usirnya ketus dengan gerakan mengibas. Jiyeon tersenyum absurd pada Chanyeol

“Call me!” ujarnya pada Jiyeon sebelum meninggalkan gadis itu duduk bersama dosen mereka tercinta yang aneh.

So,

Di sebuah suasana hangat di dalam caffee Louise ini masih terjadi ketegangan sepeninggal Chanyeol si palyboy kampus pujaaan. Jiyeon yang tersohor sebagai pasangan sejati sang playboy ini merasa sedikit risih ketika dirinya di ketemukan sedang berkencan dengan dosen killer yang mempunyai reputasi penjaja nilai.

So, kita berkencan.” Gumam gadis itu sambil menggaruk kepalanya.

“Ya. “ jawab Yifan datar.

“Apa karena nilai?” tanya Jiyeon lagi

“Kenapa? Kau tidak mau mendapat nilai bagus dariku?”  bola mata Yifan bermain nakal, berikut cengiran iblis yang memaksa gadis itu mengurut dada.

Helaan napas panjang meluncur.

“Aku mau, tapi— “  gugup gadis itu

“Kau tidak mau berkencan denganku?” tanya  Yifan sambil menyesap kopi hangatnya dengan bibirnya yang—

Sexy

/Hatinya lemah./

“Anda tidak merasa risih berkencan dengan mahasiswa  Anda?”  gadis itu memberikan sudut pandang yang mungkin bisa menyudutkan pola pikir sang dosen.

“Hm, tidak. Bagaimana denganmu?”  Yifan meletakkan cangkirnya, dan melirik bunga yang tadi dia berikan.  “Kau suka bunganya?”

“Uhm, saya tidak suka bunga.” Jawab Jiyeon

“Lain kali aku tidak akan memberikanmu bunga.”

Gadis itu menahan tawanya. Berarti masih ada lain kali untuk mereka. Apakah ini kabar menggembirakan? I don’t know. Batin gadis itu sambil melipat tangannya di dadanya yang berisi, yang sejak tadi jadi pusat perhatian Yifan. Sialan!

“Anda ingin lain kali?”  tegas Jiyeon kemudian

“Aku belum memastikan kau akan mendapatkan nilai atau tidak.”

Akhirnya gadis itu tidak bisa berkata apa-apa. Dosen ini menggertak dengan sikapnya yang cool.

“So he was your sticky dating friend?

“Siapa?”

“ C H AN Y E O L”   Yifan  mengeja.

Bibir Jiyeon membentuk hurup O kecil, kemudian mencibir.

“He still.” jawabnya

Lalu Yifan  mengangguk-angguk

“Pertama adalah si pelancong perpustakaan itu, Joonmyeon, kemudian Ketua Umum perkumpulan mahasiswa garis keras, Jongin. Dan beberapa kencan singkat dengan Xiumin, Chen dan Kyungsoo. Chanyeol adalah yang paling mengerikan, karena dia biasa menyentuhmu di sana sini.”

Jiyeon melongo.

He must be crazy!  Gadis itu histeris di dalam hati. Emosinya di provokasi secara terang-terangan.

Kutukupret!

Makinya dalam hati. Dosennya ini tau segala-galanya.

“Mr. Wu, kenapa Anda bisa tahu semua ini? Apa Anda menstalker kehidupan saya selama ini?”

“Mungkin.” Dengan nada yang begitu tenang, setenang hembusan angin di luar sana.

Jawabannya sungguh tidak berdasar. Dia sedang mempermainkan  Jiyeon dan mencoba menarik perhatian dengan omong kosong ini.

“Berapa Anda akan memberiku nilai?” akhirnya pertanyaan itu yang meluncur.

“Aku belum menentukan.”  Sahut Yifan

“Kapan?”

Dosen itu  menggeleng.

“So you are everybodies girlfriend?”

“None of your bussiness Wu Yifan!”   sebut gadis itu tanpa embel embel kehormatan seorang dosen.

Untuk pertama kalinya Jiyeon melihat Yifan tersenyum. Ya, dia tersenyum diantara suasana hangat ini, juga alunan music keparat itu, yang membuat hati seorang Jiyeon merayap-rayap dalam kegelapan menuju titik cahaya, tapi tetap saja gadis menyimpan rasa kesalnya.

Dosen ini melebihi paparazi.

“Oh Miss Park, Aku hanya ingin memastikan sesuatu.”

“Apa?” tanya Jiyeon diantara rasa nervousnya. Si dosen pembunuh ini tersenyum.

“Seandainya aku sudah memutuskan kau berkencan denganku, kau tidak boleh lagi berkencan dengan playboy murahan itu!”

SHIT, dia menyebut Chanyeol playboy murahan. Lalu dia ini dosen macam apa?

“Kalau Anda tidak ada urusan lagi, bolehkah saya pergi?”

“Masih ada waktu satu jam lagi.”

“Satu jam?”

“Ya, sebelum aku memutuskan untuk memberimu nilai atau tidak.”

Jiyeon tak habis pikir. Kenapa dia harus terlibat dengan dosen ini. Terus terang meskipun ada kebanggaan bisa duduk berhadapan dengan Yifan di dalam caffee ini plus, semua mata yeoja yang melihat ke arah mereka begitu iri padanya karena bisa berkencan dengan seorang namja tampan dan penuh kharisma, tetap saja Jiyeon merasa takut.

Reputasinya seolah-olah sedang dipersidangkan.

“Mr. Wu, please—  berilah saya nilai sesuka hati Anda. Saya tidak mau Anda memberikan saya nilai yang harus saya beli dengan harga diri saya. Itu sangat tidak mungkin.”  Ungkap Jiyeonn lantang denga seluruh keberaniannya.

Yifan tertawa lirih

“Seandainya saja otakmu itu secerdas mulutmu!”  kemudian menggeleng tenang

Jiyeon langsung berbalik dan tidak memperdulikan lagi seorang Yifan yang mengulum senyum melihat sikap yang diambil gadis itu.

“I’m not done yet with you girl!” sumpahnya dalam lirikan maut.

Jiyeon mendengus di kejauhan.

.

.

.

Di sebuah siang yang tidak terlalu dingin, dan langit pun tidak terlalu abu-abu, meski awan-awan sebagian menutupi biru. Jiyeon tercengang dengan nilai yang dia dapatkan dari ujian finance ke empat dari sang dosen tampan itu.

“Nilaimu bagus.” Ujar Chanyeol sambil merengkuh bahu kekasihnya.

“Hm—“  Jiyeon mengangguk.

“Apa karena kau berkencan dengannya?”

PLAK

Lembaran itu dia tamparkan pada wajah Chanyeol.

“Kenapa kau memukulku?” protesnya

“Itu karena kau benar-benar bullshit! Aku tidak berkencan dengannya!”

“Tapi sore itu?”

Jiyeon memalingkan mukanya kesal.

“Aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengan sore itu. Dia memang mengatakan itu sebuah kencan, tapi aku meninggalkannya.”

“Apa yang dia inginkan?”

“Dia bilang, kalau aku sudah berkencan dengannya, aku tidak boleh lagi berkencan denganmu.”

“Lalu?”  Chanyeol masih terlihat santai. Itu yang membuat kekasihnya itu bingung

“Kau tidak marah?” tanyanya

“Kenapa aku harus marah, kau tidak akan berkencan dengannya, kan.”

“Kalau aku mau bagaimana?”  Jiyeon menantang

Namja itu menahan tawanya.

“Dia juga mengatakan itu pada mahasiswa lainnya yang menginginkan nilai darinya.”

Jiyeon mematutkan mulut. So, Yifan memang seperti itu. Brengsek sekali dia.

Tapi—

Tidak tahu kenapa, mendadak Jiyeon merasa aneh sendiri, ketika dia merasa kalau Yifan itu sosok yang unik. Pertarungan batin ini tidak berarti, ketika dia melihat sosok dosennya itu masuk ke dalam kelas. Dia melihat ke arah mahasiswanya sebentar.

“Kau suka nilaimu?” tanyanya dari depan kelas. Chanyeol melirik gadis di sebelahnya mendengar dosennya itu memperhatikan Jiyeon

“Ini tidak terlalu buruk.” Sahut Jiyeon hambar

“Tapi jika diakumulasi, nilaimu tetap tidak akan menyelamatkanmu dariku Park Jiyeon.”

“UUUUGH!”  Chanyeol meninju lengan Jiyeon. “He is really hot!”

Si Brengsek nomor dua ini benar-benar payah. “Go to hell, Chanyeol!

Kemudian pandangannya beralih pada Yifan.

“It’s okay, Mr. Wu. You can kick me out of here!”

“Not yet Dear!”  si dosen bergumam.

Chanyeol menggeleng.

“Kau ini pacarku atau bukan, kenapa kau tidak membelaku?” serang Jiyeon dengan menarik kerah si namja yang masih duduk di sampingnya.

“Hopeless!” jawab  Chanyeol dengan cengiran

“Menjijikkan!”  Gadis itu pergi dari sisi Chanyeol dan melangkah keluar ruangan kelas.

Yifan lagi-lagi mengulum senyum.

“Sebentar lagi dia akan berada dalam pelukanku!”  gumamnya cerah. Secerah langit yang tidak lagi abu-abu.

.

.

.

Di sebuah malam yang dingin tapi tidak terlalu dingin, karena Jiyeon sedang diam dan menahan amarahnya. Ini benar-benar konyol. Karena Jiyeon dinyatakan gagal dalam mata kuliah Finance. Ini sangat memalukan karena Yifan sama sekali tidak memberinya nilai baik seperti yang dia janjikan.

Janji?

Jiyeon merestart kembali kejadian beberapa hari lalu, saat dia dan Yifan kembali bertemu, bukan di caffee Louise atau di dalam ruangannya, melainkan di apartemen dosen itu.

Ini menyimpang,

Sangat menyimpang. Rutuknya, tapi entah kenapa dia tidak menolak ajakan itu.

Kenapa dia merendahkan dirinya seperti itu hanya untuk sebuah nilai. “Just do it!”  Chanyeol bahkan menyemangatinya, dan itu sudah jelas menjadi kartu As untuk membuang namja itu dari kehidupannya. Dia benar-benar tidak kompeten, baik sebagai laki-laki maupun sebagai manusia.

Jiyeon bertemu dengan Yifan. Malam itu dengan lutut gemtear, seperti biasa. Sudah kesekian kalinya dia gemetar jika berhadapan dengan dosen itu. Jiyeon khawatir hal itu akan menjadi penyakit kambuhan jika berhadapan dengan dosennya itu

Flashback

“Apa yang harus saya lakukan?” tanya Jiyeon.

Ini benar-benar scandal, dan dia sama sekali tidak percaya mau melakukannya.

“Silahkan duduk!”  suruh Yifan.

Dia terlihat casual. Agak ringan tanpa kesan dingin dan kejam. Ya, dosennya itu sangat santai ketika Jiyeon mengangguk untuk sebuah kesepakatan.

“KEnapa kau terlihat gugup,memangnya kau berpikir aku akan melakukan apa padamu?”

Jiyeon mengerucut bingung. Entahlah, apapun itu semoga tidak merupakan perbuatan yang melanggar norma hukum dan susila.

Yifan hanya duduk di sebelahnya dan menemaninya minum segelas minuman soda. Buihnya hahkan telah lenyap ketika mereka saling menatap lagi.

“Apakah kau memang seperti ini, Mr. Wu selalu melakukan kencan dengan mahasiswimu ketika nilai mereka tidak sesuai dengan apa yang kau harapkan.”

Yifan mengangkat alisnya,

“Aku harus sedikit meralat, bukan aku yang menginginkan nilai mereka sesuai dengan apa yang aku harapkan, tapi mereka sendiri yang berharap nilai mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan.”  Matanya bermain penuh kemenangan. Tentu saja Jiyeon tidak akan menang beradu argumentasi dengan dosen antic ini.

“Aku merasa baik-baik saja dengan nilaiku, Mr. Wu, tapi kau justru mempermasalahkannya.”

“Benarkah?” Yifan menahan napasnya sebentar, dia hanya sedang berpura-pura bingung, karena pada kenyataannya, seorang Yifan tidak mudah untuk dibantah.

“Aku tidak khawatir dengan nilaimu, tapi aku sangat khawatir dengan kondisi kejiwaanmu.”

Jiyeon mengangkat alisnya, seolah-olah sedang bersaing dengan alis sang dosen yang tengah menghadapinya dalam posisi yang teramat dekat.

“KEjiwaan?”  Jiyeon menggeleng bingung. Semakin lama dia bergaul dengan dosen ini, dia semakin tidak bisa mengenali dirinya sendiri. Dosen ini mengarahkan pola pikirnya pada sebuah dokrin yang dia import dari planet lain.

“Aku sangat mengkhawatirkan kondisi kejiwaanmu,ketika kau harus gagal.”

“Please, Mr. Wu, ini tidak seburuk seperti yang kau pikirkan.”

“Itulah permasalahannya.” Yifan menarik dagu JIyeon untuk semakin mendekatinya.

“Apa ?”

“Aku memikirkanmu.”  Desah napas itu berada tepat di depan wajahnya, dan Jiyeon semakin gemetar. Yifan terlihat lebih menantang dan aggressive. Tidak mungkin JIyeon tidak memperhatikan bibir itu, juga tatapan itu dan gairah itu—

“Apa kau mengerti Miss, Park. Aku sungguh memikirkanmu, dan aku sangat berharap kau pun berpikir sama denganku, paling tidak biarkan aku melihatmu dalam kondisi kejiwaan yang tenang. Aku tidak ingin melihatmu gagal.”

Dia ini bicara apa? Jiyeon merutuk dalam hati. Tapi dia mencoba untuk memahami, DOSEN JUGA MANUSIA…

Bibir itu semakin dekat, dan menggoda JIyeon untuk menyambutnya, tapi tidak—  bibir itu menjauh dan menyisakan hembusan napas yang tersengal-senganl dan juga rona wajahnya yang memerah. Yifan mencandainya. Laki-laki keparat ini, sungguh mempermainkannya.

“Aku…” JIyeon gugup dan berdiri,tapi Yifan menariknya sehingga duduk di pangkuannya, dan langsung menyekap bibir itu dengan kecupannya, ehm ya agak lebih tinggi levelnya dari sekedar kecupan, ini seperti sebuah merampok ciuman dengan cara yang sangat halus. Dia tidak memperlakukan bibir Jiyeon dengan kasar, namun terlebih karena bibir itu tidak menolaknya, Yifan memberanikan diri untuk menekan dan menguasai bibir itu secara mutlak. Tidak ada kategori khusus dalam aksinya, hanya saja entah kenapa JIyeon terbuai. Gadis dalam pangkuannya ini sedikit mendesah meski posisinya terlihat tidak nyaman. Tentu saja tidak nyaman karena tubuhnya berada di atas tubuh dosennya, dan tangannya seperti lenyap entah di mana, dia tidak merasakannya. Bibir ini seperti sebuah kemajemukan ganda yang menghipnotisnya.

Yifan melepaskannya dan tersenyum begitu saja sambil mengusap bibirnya dari sisa saliva.

Flashback end

Ya, seperti itulah malam itu, hanya sebuah ciuman, tidak lebih. Tapi hari ini Jiyeon mendapati nilainya tidak seperti yang dia harapkan.

Semula dia tidak pernah berharap nilainya akan berubah, tapi semenjak dosen itu menjajah kehidupannya dengan semua propagandanya, entah kenapa kini dia berharap banyak kalau nilainya akan berubah.

“Jiyeon, ada tamu.”  Wanita itu, ibunya tersenyum padanya sambil membawa sososk yang sedang berada di dalam pikirannya. Dosen  itu berdiri di samping ibunya.

“Eomma, dia dosenku.”  Ibunya menoleh dan mengangguk,

“Iya, eomma sudah tahu,” jawabnya santai dan membiarkan Yifan duduk di sebelah Jiyeon

“Eomma sudah tahu?”

“Ya, eomma sudah tahu.”

“Dan eomma tidak curiga kenapa dia ke sini?”  Jiyeon bergitu berapi-api.

Ibunya mengangguk lagi,

Jiyeon berdiri dan menghampiri ibunya dengan perasaan gelisah.

“Apa eomma tahu apa yang sudah dilakukannya padaku?”

Tunjuk Jiyeon pada dosen itu, Wu Yifan.

“MEmangnya apa yang sudah dilakukannya?”  Wanita itu melirik sang dosen dengan mata sipitnya.

“Dia sudah berusaha untuk memperdayaiku, Eomma. AKU, PUTRIMU INI EOMMA, SUDAH DICIUMNYA DENGAN PAKSA!”  dengan nada yang tegas, membuat wanita di depannya menggeleng-geleng cemas, dia memperhatikan wajah putrinya kemudian menoleh pada dosen itu, yang rupanya tidak terpengaruh dengan ocehan Jiyeon, justru asik menikmati aksi pengaduan itu dengan berdiri tenang di dekat mereka.

Ny. Park mendekati Yifan dengan menghela napas berat, jelas sekali dia merasa keberatan dengan apa yang terjadi. Mereka berdiri berhadapan, sementara Jiyeon mengekor di belakang ibunya.

Untuk sebentar wanita itu mendelik pada sang dosen,

“Kenapa kau hanya menciumnya?”  hardik Ny. Park sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“EOMMA!” pekik Jiyeon lemas.

Yifan tersenyum melihat reaksi Jiyeon mengenai perkataan ibunya. Dia sangat emosi dan menarik lengan ibunya itu dari hadapan Yifan.

“Apa maksud eomma mengatakan hal itu?”

“Memangnya kenapa?”

“Mr. Wu, apa kalian bersekongkol? Kau ini siapa eommaku? KATAKAN!”  gertak Jiyeon lantang.

“Jiyeon, kau jangan marah padanya. Yifan ini adalah putra dari mantan kekasih eomma dulu. Dia ke sini karena eomma berniat menjodohkanmu dengannya. Apa kau tahu kenapa? Itu karena kau selalu berkencan dengan banyak pria. Eomma tidak suka kau begitu.”

Jiyeon menunduk karena malu. Ibunya tahu kalau selama ini Jiyeon selalu berkencan dengan beberapa pria di kampusnya.

“TAPI INI TIDAK SENONOH, EOMMA!”

“Kenapa tidak?”  Yifan akhirnya bicara. Dia menarik tangan Jiyeon dan mengajaknya duduk.

“Aku menyukaimu dan aku sama khawatirnya dengan eommamu. Kau membuat wanita cantik itu selalu stress dengan ulahmu. Apa kau berharap dia mengalami stroke akibat perbuatanmu?”

“Kau tidak diijinkan bicara di rumahku, Mr. Wu!”

“PAnggil aku Yifan jika kita tidak sdang di kampus, SAyang! Kau adalah calon istriku, dan mulai detik ini kau tidak kuijinkan untuk dekat dengan Chanyeol lagi.MENGERTI!”

“Atau apa?” tantang JIyeon. “Apa kau akan menjatuhkan nilaiku lagi seperti hari ini?”

“Mungkin saja.” Jawab Yifan

“Ssst, kalian tidak usah bertengkar, lebih baik kalian segera menikah dan melanjutkan perjuangan.”  Ny. Park tersenyum bahagia melihat putrnya berada dalam dekapan Yifan.

“Ini hanya obsesi Eomma,kan.  Karena dia adalah anak dari mantan kekasih eomma. Dulu harapan eomma harus padam karena tidak bisa menikah dengan ayah Yifan, sehingga sekarang eomma berharap aku bisa menikah dengan laki-laki ini.” Jiyeon melirik jijik pada dosennya.

“Laki-laki ini sangat kompeten dan bertanggung jawab, Jiyeon. Dia juga memiliki bibir yang bisa membuatmu terbuai.” Jelas Yifan dengan lugas, membuat calon mertuanya itu bertepuk tangan.

“BUkankah dia hebat, Park Jiyeon!” dukung sang eomma dengan ceria.

“HEntikan Eomma, aku tidak akan menuruti keinginanmu.”

Jiyeon berdiri dan membuang tangan Yifan yang sejak tadi merangkul bahunya.

“JIYEON, kau mau ke mana?”  teriak ibunya memanggil

“Biarkan saja dia, ibu mertuaku tercinta. Cepat atau lambat dia akan luluh padaku.”

“Kau ini….kenapa hanya menciumnya? Aku berharap kau bisa membuatnya hamil sekalian, agar dia tidak bisa bertingkah seperti ini.” Gerutu Ny. Park menyayangkan.

Yifan mengangguk-angguk mendengar ucapan wanita itu, dan tertawa. Sebenarnya dia ingin melakukan itu, tapi tidak dengan hati yang masih menolaknya. Yifan hanya ingin Jiyeon bisa menerimanya dengan ketulusan, atau mungkin cinta seperti yang dia harapkan.

Sementara itu, di dalam kamarnya Jiyeon tidak bisa menahan debaran hatinya. Ini sungguh diluar dugaannya . ternyata dosen itu adalah orang suruhan ibunya yang dengan sengaja ingin mengambil hatinya. Apakah ini hebat?

Demi Tuhan, ini sangat hebat. Tapi tidak—

Dia tidak akan membiarkan Yifan dengan mudah mendapatkan hatinya meski detik ini, Jiyeon sudah merasa terperdaya dan masuk dalam perangkapnya. Dia tidak akan mudah untuk mempersunting seorang Jiyeon. Ingat itu Wu Yifan, seorang Jiyeon tidak akan gampang kau tundukkan!

.

.

.

TBC

Note.

FF ini udah lama banget di draft, sekarang baru aku keluarkan, karena sebenernya banyak ff yang masih on going.. ya begitulah kadang idenya melenceng ke sana sini.

Muga bisa di enjoy in aja, see you di next part. Atau cukup sampai di sini aja,

 

Advertisements

26 Comments Add yours

  1. Hana park says:

    Ihhh ffnya lucuu eon dikira bakal kaya ff fonghae jiyeon/? Donghaenya yg kebelt bgt/? Tapi ini gaa,diterusinn dongggg

  2. Zhafikyo says:

    Kl ada dosen seperti yifan,,
    Merinding juga,, tp ketagihan ingin melihat lgi haha…
    Kira2 jiyeon kuat gak yh dgn pesona yifan..
    Next

  3. Sukaaaa…. Cepet update….. ❤❤❤👍👍👍

  4. mhilaji says:

    Chanyeol butuh aqua…
    .
    .
    Bagian saat eomma jiyeon muncul bikin ngukuk .. jiyeon kena supertrap #lol #nyambung . Keren kak lana . Next di tunggu fighting…

  5. rasma says:

    hiii eommanya jiyeon kocak abis.asik nih yifan dah dapat restu .jadi bebas dong ngapa”in jiyi..bang yifan fightingg..✊ .. lanjut lan !!!! 😃

  6. AriePJY says:

    Si jiyeon di kerjain sm eommanya sndri,ternyata eommanya sekongkol MA yifan nextnya di tunggu ya…..

  7. May andriani says:

    Astaga eommax jiyeon bner sesuatu ya hahaha,, apalagi wktu bilang knp cuman di cium aja , knp gk dibuat hamil … Jdi pnasaran apa yifan bisa buat jiyeon suka sma dia ya.. Nextnya ditunggu bnget 🙂

  8. Kim yeon says:

    Ibu macam apa itu haha ,, mau buat anak nya hamil di luar nikah,,,
    Kriss ternyata uda di jodohkan dengan jiyeonnn,,, aq pikir bakalan seperti crita pasangan dongji yang gak direstui,,,
    Di sini jiyeon sedikit nakal,, kenca dengan beberapa pria. Tpi gosib yang menyatakan kalau kris suka manfaatin bilai yeoja yang anjelok buat diajak kencan benaran gak sih

  9. megawatt123 says:

    Gk nyangka ibunya jiyi gitu amat ma jiyi truss dia nyuruh yifan ngehamili jiyi…emang tingkah jiyi keterlaluan banget yah ampe ibunya begitu

  10. indaah says:

    wihh tutur bahasa nya berat ya lan , keke
    yifan kirain stalker nya jiyeon trus pemaksa ehh trnyata jodoh nya ..
    itu eomma jiyeon parahh knapa cuma ciuman? ckck
    emg jiyeon ngapain kok eomma jiyeon segitu nya?
    jiyeon knapa gk mau ma yifan karna dia dosen?
    next donk lan dtunggu yaa

  11. Cerita dan gayaa penulisan yg kayak gini kesukaanku ❤ baca untuk kedua kalinya nih 😊 good job alanaaaa…

  12. dwiki says:

    kirain tadi nya bakal kyk ff nya donghae jiyeon.
    astaga eomma jiyeon malah ngedukung yifan buat macem2 nih sama jiyeon ckckck.
    jiyeon pasti kaget bgt dapet respon dari eomma nya kyk gitu hahahha.
    jadi yifan di jodohin sama jiyeon??
    aihhh chanyeol kok gak ada cemburu2 nya sama hub yifan jiyeon ckckck

  13. YES !!!! MY KRISYEON FF
    Lw dosen na yifan, q bakal betah d kls smpi sore pn 😍
    Beruntung yg jd mahasiswa na yifan…
    Jiyeon cakep 😎 mk na byk namja yg ngajak dy dating
    Hehehe jd nilai tu hny modus ja toh,
    Daebak.. Eomma Park gaul bgt..
    Gk pengen pny cucu dr Krisyeon 😁

  14. almira says:

    Oh ternyata yifan ada maksud tersembunyi. Kalo ada dosen kayak yifan pasti jadi betah.😁
    Ibunya jiyi gak nyangka kalo ternyata ndukung juga.
    Ayo kris berjuang tuk ndapetin jiyi. Next kak

  15. park ji dino says:

    asfjgavcffffnnj yeyyy ff ini rilis/? juga :’D
    uwaa awal” pingin ji injek si yifan nya

    bhaksss ngakak tau eomma ny jiyi
    aigooo .. meraka d jodohkan
    biasanya klu mslh jodoh” ntar ada mantan yg mnghalangi/? *eakk abaikan* :’v

    d tunggu kelanjutanny noona

  16. jiyeon says:

    Mohon baca ya… aku baru disini ^^ Daebaak aku suka ceritanya… di tunggu update nya

  17. diah.dimin says:

    huaaa next3…. lana.. yifan dosen byuntae wkwkwkw

  18. Bb says:

    Ahhh seru cepet update,
    eommanya bner2 deh, masa langsung nyuruh lakuin itusih, ngakak abiss

  19. iolet says:

    Kkkkkkkkkkkkkkk omg ibunya jiyi bner2 vulgar bnget jdi ingat kehidupn aku sendiri lana emank the best kkkkkkkkkk

  20. sumph aku tidal bisa menahan tawa saat eomma jiyi bilang “kenapa kau hanya menciumnya? “Haha demi apa ku ngakak mpe guling” ..Dan ternyata yifan calon suaminya haha..
    Ago yifan fighting kau psti bisa dapatkan hati jiyi.

  21. MFAAEM says:

    Yaelaaahh ternyata eommanya jiyeon sama yifan sekongkol huhuhuhuhu btw chanyeol kaya ga cinta gitu sama jiyeon ? Malah ngedukung buat kencan sama yifan dasar gak beres huhuhu

  22. ifahsiwonest says:

    omooo ff jiyeon-yifan lagii
    gpp lana banyakin Myung ama Yifan aja cast nya #maunya ahahaa

    keren dosen kayak gitu mah ga meleng belajarnya ahahaa
    beruntung jiyi ada calon suami kayak yifan ahaa
    ayoo yifan taklukan hati jiyi kkkk

  23. iineey says:

    Hahahaaaa daebakk aku suka alur nya

    Jiyeon padahal seneng tuh dijodohin ma yifan 😃 eomma nya jiyeon koplak juga ya

    Go yifan… tunjukan pesona mu dan taklukan hati jiyeon kkkk

  24. minew says:

    dosen paling sexy nieh…
    d ajar dosen kyk gt kykx bner2 bkin nilai turun…g dgerin ajaranx malah melting cz trsepona hehehe
    eomma jiyi konyol abiez…suka deh pnya eomma kyk gt hehe…next deh

  25. cia says:

    Hahahaha eomma jiyi parah abisss
    Masa anak gadisnya disuruh dihamilinn
    Wkwk

    1. mochaccino says:

      stress.. iya ini ff juga blm q lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s