ONCE UPON A TIME [Part-5]


once upon a time

ONCE UPON A TIME 5

Episode 5#

Park Jiyeon

Kim Mingyu

Zhang Yixing

Romance

Rated-PG

.

.

.

BRAKH

Mereka menoleh bersamaan pada pintu yang terbuka. Seraut wajah yang begitu akrab itu muncul dan memporakporandakan ketegangan itu. Yixing tercekat dengan mulut terbuka menatap ke arah Mingyu dan juga tunangannya yang terlihat merona.

Apa yang tengah terjadi di sini?

“Sayang !” Jiyeon termangu dengan tatapan serba salah. Mingyu mematung diantara Yixing dan Jiyeon.

“Kau sakit? Ibuku bilang kau sakit, jadi aku menyempatkan waktu pulang. Aku khawatir dengan kondisimu.” Yixing melirik Mingyu ketika dia memeluk Jiyeon. Dia sudah mendengar dari ibunya kalau ada laki-laki yang sedang bersama Jiyeon saat ini.  Itu sebabnya dia segera datang mengunjungi tunangannya ini. Hatinya tidak tenang, meskipun ibunya itu berkata bahwa laki-laki ini adalah sepupu Jiyeon sekalipun.

“Aku hanya mengalami demam.” Jawab Jiyeon gugup

Mingyu dan Yixing saling menatap.  Ada amukan kecemburuan di dalam hati Mingyu ketika melihat Yixing  memeluk dan mengusap rambut Nunnanya. Ish, dia mulai panas dan tidak tahan. Beberapa kali menghela napas karena sesak, tapi dia bisa menguasai dirinya.

“Nunna !”  dia mencoba menginterupsi kondisi yang tidak mengenakan pengelihatanannya itu dengan tepukan di bahu wanita cantiknya.

“Agh, Yixing dia Mingyu, …” Jiyeon melirik Mingyu

“Aku sepupunya.” Tegas Mingyu

“Ibuku sudah mengatakannya padaku,kalau ada sepupumu yang tinggal bersamamu.”

“Ya, dia sepupuku.” Jiyeon menggaruk tengkuknya dan berjalan kembali ke dapur, tapi kemudian dia teringat sesuatu dan kembali lagi ke arah kamar melintasi dua namja yang masih beradu pandang tanpa saling menyapa. Jelas sekali terlihat di mata Yixing kalau bocah yang berhadapan dengannya ini bukan sembarang namja. Dia terlihat sangat mempesona, dan sulit sekali dijabarkan, dan parahnya, dia pun melihat ada hal yang aneh dengan tunangannya, yang mendadak seperti alat setrikaan, berjalan mondar-mandir tak karuan.

“Park Jiyeon,” panggil Yixing lembut tanpa memutus tatapannya dari Mingyu. Sial! Mingyu seperti seekor ikan yang terkena limbah beracun. Dia mengapung sekarat.

“Aku harus segera berangkat ke kantor Yixing.” Jiyeon mulai memakai seragam kantornya.

“Aku akan mengantarmu.”  Yixing menoleh pada tunangannya.

“Mingyu!” panggil Jiyeon kemudian. Bocah itu menoleh pada Nunnanya. “Kau bersiaplah!”

“Bersiap ke mana?” tanya Yixing

“Aku harus berangkat sekolah. “ jawab Mingyu pada namja dengan lesung di pipinya itu.

“SMA?” tebak Yixing

Bocah itu hanya menanggapi dengan cengiran. Kemudian pintu kamar Jiyeon tertutup ketika Yixing memasukinya. Mingyu berjalan ke sana dan beracting dengan berpura-pura  menggedor-gedor pintu itu sekuat tenaga. Jelas itu hanya di angannya. Dia tidak mungkin menggedor pintu itu, tapi mungkin dia akan meminjam shotgun dari JunHui untuk menembak Yixing dan melontarkannya hingga ke neraka. Agh, dia akhirnya berjalan lesu kea rah sofa, dan mengenakan seragamnya.

.

.

.

“Kau murung.” Wonwo menyenggol bahu Mingyu.

“Diamlah!” Mingyu tak bergairah untuk menanggapi. Hatinya benar-benar resah dengan kondisi ini. BAgaimana jika Jiyeon dan Yixing benar-benar akan menikah. Ini akan membuatnya patah hati untuk pertama kalinya. Dia tidak menyangkal kalau selama ini, Jiyeon adalah cinta pertamanya. O Gosh! Cinta pertama. Kedengarannya sangat cengeng untuk namja tangguh sepertinya.  Banyak yeoja cantik di sekolahnya ini, dan mereka rela berlutut di depannya untuk mendapatkan perhatiannya, tapi Mingyu hanya bisa menatap pada Nunnanya

“Rin mengundangmu ke pesta ulang tahunnya. Apa kau akan datang?”

“Rin siapa?”

“Ahn Yeo Rin.” Sebut Wonwo lagi, tapi Mingyu tetap menggeleng.

“Aku sedang tidak bersemangat untuk datang ke pesta siapapun.”

“Mereka pasti kecewa, karena kupikir, pesta tanpa dirimu tidak akan meriah. “

“Aku tidak diijinkan eomma untuk pergi ke manapun sampai dia pulang dari Amerika. Kau tahu, akan berbahaya kalau aku sampai mabuk dan tak terkendali.” Wonwo manggut, dan mencoba untuk memahami sahabatnya.

“Terus kenapa sekarang mukamu ini kusut?”

“Nunnaku..” Mingyu menggeleng gelisah. Seluruh energinya seakan lenyap ketika dia kembali pada topic Nunna cantiknya.

“Kau selalu bilang padaku mengenai Nunna itu, tapi tak pernah sekalipun kau memberi bukti kongkret mengenai keberadaannya.”

“Aku akan membuktikannya.”

Wonwo menghalau napas jengah. “Sebaiknya kau segera menyelesaikan therapy penyakitmu sebelum bertambah parah.”

“Akan aku buktikan kalau dia itu nyata, dan aku tidak mengarang tentang dia.”

Dengan senyum pasrah, Wonwo mengangguk.

.

.

.

Jiyeon berdiri di depan gedung sekolah Mingyu. Sebenarnya dia tidak tahu kenapa harus berada di sini, dia tidak harus menjemput Mingyu karena kenyataannya Yixing sedang berada di apartemennya, tapi entah kenapa saat ini hatinya begitu gelisah. Dia ingin bicara banyak hal pada bocah itu.

Bicara apa?

Otaknya sedikit bekerja keras untuk mencari kalimat yang pas untuk dia ungkapkan pada Yang Mulia Mingyu yang saat ini sudah berdiri di dekat pagar. Senyumnya merekah seperti kerupuk udang yang sedang di goreng di minyak panas.

“Nunna!” dia mendekat dengan langkah ceria. Beberapa pasang mata memperhatikan, termasuk Wonwo yang tercekat dengan kebenaran perkataan temannya itu. Dia memilih untuk berderet bersama beberapa yeoja pemuja Mingyu yang berdiri di depan pagar. Ada gemerutuk kesal dan cacian tersmbunyi dari mulut para gadis di sebelahnya, tapi mereka tetap memperhatikan pujaan hati mereka berbicara dengan seoranng gadis cantik juga berpenampilan seksi.

Jiyeon melepas kaca mata hitamnya,

“Mingyu,”  diam sebentar,

JIyeon tak bisa mengungkapkan apapun demi melihat senyum itu. Namja berpostur tinggi dengan segala kemuliaannya itu terlihat bersemangat. Rambutnya terlihat ringan dan menari-nari menambah kesan indah bocah dengan pesona dewa ini.

“Nunna, aku senang kau datang menjemputku.”

“Maafkan aku Mingyu,..”

“Baiklah aku maafkan,”

JIyeon tertawa, dia merasa,  lucu karena Mingyu memaafkannya  padahal dia belum mengatakan inti masalahnya. Namja itu ikut tersenyum,

“ Oh Mingyu….aku berat mengatakannya, tapi sepertinya malam ini kau jangan pulang dulu ke apartemenku.”

Wajah itu berubah mencekam seketika. Jiyeon tidak bisa menahan rasa sesak di dadanya demi membuat Yang Mulia berharganya ini menjadi kecewa.

“LAlu aku harus di mana?”

“KAu akan kuantar ke rumah Sora Eonie, okay?”

Mingyu menggeleng, “Aku lebih baik kembali ke apartemenku.” Dia berjalan menjauh dari JIyeon. Gadis itu mengejar dan mengambil lengan itu. Eoh, kenapa terasa sangat berbeda ketika menyentuh Mingyu. Jiyeon mendapatkan lirikan tajam yang membuat hatinya berdebar.

Sementara para penonton mereka yang sejak tadi berada di dekat pagar tercengang, dan semakin mengerutu.

“Mingyu, bagaimana kalau kau nanti keluyuran ketika tidur.”

“Aku akan baik-baik saja. Nunna tidak usah khawatir, aku sudah biasa menghadapi masalah ini sendirian. Kalaupun aku berjalan keluar rumah, paling aku hanya akan tertidur di halaman parkir atau trotoar di depan gedung. Petugas keamanan pasti akan segera membangunkan aku dan membawaku kembali.”

Walau bagaimana pun Jiyeon tetap khawatir. Dia merasa bahwa membiarkan Mingyu sendirian di apartemennya akan membahayakan bocah itu.

“Aku akan mengikatmu.” Bisik Jiyeon kemudian. Alhasil bola mata Mingyu terbelalak dengan lebar. Dia menghadapi Nunnanya itu dengan antusias. Ish, kenapa dia menjadi senang ketika JIyeon mengatakan akan mengikatnya.

“Di mana kau akan mengikatku, Nunna?” tanyanya bersemangat. Deretan giginya tampak berkilau ketika senyum itu terpasang ceria— kembali.

“KEnapa kau jadi senang begini? Memangnya apa yang ada di dalam otakmu itu ketika aku bilang akan mengikatmu. DASAR!”  Jiyeon kembali ke mobilnya.

Nunna!” Mingyu berbalik dan mengejar Jiyeon secara dramatis, dan kembali penonton mereka terhenyak kaget, aksi bolak-balik itu terlihat seperti sebuah drama di depan mata mereka.

“BErjanjilah padaku, Mingyu.”  Ucap Jiyeon sebelum masuk ke dalam mobil. Mingyu menarik tangan itu dan menggenggamnya.

“Aku berjanji,”  tapi kemudian dia merenung. Apa yang akan dia janjikan. “Aku harus berjanji apa, Nunna?”

“BErjanjilah untuk diam saat aku bersama dengan Yixing.”

“Apa aku akan berada di apartemenmu malam ini?”

Jiyeon mengangguk ragu, dan demi Tuhan semoga Mingyu tidak mengacau malam ini.

.

.

.

Yixing memasang wajah kaku ketika Jiyeon dan Mingyu masuk bersamaan. Dia  melirik Jiyeon yang tersenyum padanya, juga pada Mingyu yang terlihat biasa-biasa saja. Dia berjalan ke arah kulkas dan mengambil air dingin, kemudian meletakkan tasnya di atas meja makan. Sementara Jiyeon duduk di samping tunangannya dengan tenang. Dia berusaha sebaik mungkin untuk tenang, karena sebenarnya dia merasa sangat gelisah.

“Aku lelah, dan tidak ingin memasak malam ini, jadi aku memesan dari restoran saja.”

Yixing mengangguk. “Terserah kau saja.” Dia melirik Mingyu yang masih sibuk dengan ponselnya. “Apakah dia akan di sini mala mini?” tanyanya lirih.

“Hm, kenapa?” Jiyeon mengerucutkan mulutnya

“Apa dia tidak akan mengganggu kita?”

Mingyu sempat mendengar hal itu. Apa maksudnya mengganggu mereka. Apakah malam ini ada sesuatu yang akan terjadi. Mingyu menajamkan pendengarannya sambil terus mengetik pesan pada eommanya.

“Tidak. Dia anak baik, dan penurut. Dia tidak pernah membuat masalah selama berada di sini.” JIyeon menjelaskan dengan sangat hati-hati. Dia tidak ingin Mingyu pun  salah paham jika dia mendengarnya. Kenyataannya dia memang mendengar, dan mungkin agak sedikit nervous membayangkan Jiyeon berada dalam pelukan Yixing.

Setelah makan malam, Mingyu memilih untuk berdiri di balkon dulu sementara Jiyeon dan Yixing masih menonton teve. Dia memberikan janjinya pada Jiyeon untuk tidak bersikap yang mencurigakan. Walau bagaimanapun juga, Mingyu ingin bersikap sopan pada Jiyeon.

“Dia pendiam.”  Yixing melirik Mingyu yang masih asik dengan ponselnya di balkon. Udara cukup dingin dan memuat namja itu sedikit menggigil. Salahnya karena tidak mengenakn baju hangat yang cukup.

“Ya, dia memang pendiam.”  JIyeon tersenyum, tapi dia sempat melihat MIngyu menggosok lengannya, dan itu cukup mengartikan dia sedang kedinginan di luar sana. KAsihan, jika dia harus merasa sungkan dengan keberadaan Yixing.

“Sayang, sebaiknya aku tidur. Capek. Besok aku harus kembali bekerja.”

“Okay, lagipula aku pun harus kembali ke Busan pagi sekali.”

Jiyeon menggandeng tunangannya berlalu dari ruangan, dan masuk ke dalam kamar. Baru setelah itu, Mingyu bisa masuk dan menghangatkan diri dengan meringkuk di sofa. Mungkin malam ini dia tidak akan tidur berjalan menuju ke kamar itu, tapi entahlah—

Namja itu sudah terlelap ketika Jiyeon datang dan mengikat tangannya. Jiyeon sendiri tidak yakin apakah ini cara mengikat yang benar atau tidak. Dia hanya mengikat Mingyu dengan tali yang ujungnya dia ikatkan ke kaki meja.

Apakah itu akan berhasil—

.

.

.

Ini mungkin adalah pagi yang hangat. Jiyeon merasakan tangan Yixing memeluk tubuhnya dari belakang. Dalam beberapa hal, dia memang merasa sangat bahagia dengan kemesraan Yixing padanya, namun kadang ada hal-hal tertentu yang membuat hatinya tidak tenang. Seperti sifat superior seorang Yixing yang selalu menentukan dan mendominasi keputusan. Semua ini sedikit memangkas habis hak asasi yang Jiyeon miliki. Punggungnya terasa begitu hangat dalam pelukan Yixing.

Jiyeon membuka matanya, dia merasa yakin sekali kalau Mingyu tidak akan berada di sini pagi ini, di atas ranjang ini, tapi ternyata—

Ketika matanya terbuka dengan sempurna, dia bisa melihat wajah Mingyu tengah menghadap ke arahnya. Kedua tangannya tengah menggenggam jari tangannya. Apakah ini mimpi? Jiyeon memejamkan matanya kembali,

Tapi ini bukan mimpi, dan Mingyu benar-benar ada di depannya, sedangkan Yixing ada di belakangnya. Posisi mereka sedang mengapit Jiyeon di atas ranjang. Apakah Jiyeon harus berteriak atau—

Mingyu membuka matanya perlahan. Bersamaan dengan Jiyeon yang memastikan kembali mengenai keberadaannya.

“Aku sudah mengikatmu tadi malam.” Bisik Jiyeon dengan sangat pelan dan tatapan yang terhunus tajam.

“Benarkah?” tanya Mingyu meragukan hal itu. Dia tersenyum semanis mungkin melihat ekspresi kalut yang ditampilkan Jiyeon.

“Aku bersumpah!”

Mendadak Yixing menggeliat dan membuat Jiyeon reflex menendang tubuh Mingyu hingga jatuh ke lantai. BRUGH

“SAyang, kau sedang apa?”  Yixing mengerjap sebentar.

“Agh, aku mengambil sesuatu dari laci.”  Jiyeon berbalik menghadapi tunangannya dengan wajah pias. Namja itu belum focus dengan pengelihatannya dan memilih untuk terpejam lagi. Jiyeon berusaha menenangkannya sambil melirik Mingyu yang mengendap-endap keluar.

“Jam berapa ini?”

“Masih pagi.” Jawab Jiyeon

“Tapi aku harus kembali ke Busan.”

“Sebentar lagi.”

Mingyu berhasil keluar dari kamar Jiyeon dan berjalan ke sofa. Dia melihat sendiri kalau memang Jiyeon berusaha mengikatnya, tapi ternyata gagal, dan kenapa dia harus selalu berakhir di sisi Nunnanya itu.

Wajahnya menjadi sedih memikirkan dirinya sendiri.  Bagaimana jika kelak dia tidak bisa hidup bersama Nunnanya.

.

.

.

Tbc

 

Advertisements

21 Comments Add yours

  1. Syukur lh mrk Gk brntm..
    mingyu jd lebih kalem krn Yixing..
    Hmm Yixing ni bnrn setia kh d busan??
    Daebak.. Tali na terlepas
    Hahahahha mingyu beruntung bgt y dlm tdr pn bs meluk jiyi

  2. Kim yeon says:

    Huhu mingyu yang malang,,
    Dari gak dipercaya dari teman nya sendiri,, kalau nunna yang mingyu bilang itu nyata,,
    Lalu kemudian dia gak bisa bersama jiyeon karena ada yixing tungan jiyeon yang bentar lagi mau nikah dengan jiyeon,, nikah dngan jiyeon nooooo tdal boleh,, harus gagal,, setidaknya biat yixing selingku atau apa lh gtu supaya jiyeon bisa sama mingyu,,
    em sbenarnya selingku itu alasan klasik sih dri sebuah cerita tapi laku keras haha,,,
    Dan satu lagi penyakit tidur bejalannya belum sebuh2 ya kecuali satu kamar sama jiyeon hehe ketawa setan hahaha,,
    Otak ku otak ku,,,
    Tpi sejauh ini yixing baik sama jiyeon, gak tega juga kalu jiyeon harus direbut dari mingyu itu ,,,

  3. Hana park says:

    Mingyuuu lucu bgttt ya ampunnn gemes dehhh,eonnie knapa pendek pendek sih :c aku prnasaran bgttt

  4. rhere says:

    Hahaha… mungkin hati mingyu telah terikat dg pesona Jiyeon, makanya dekat” trs. Next part, pngen tau Jiyeon bakal milih siapa..

  5. Ah elah ming kalo kagak bisa bareng jiyeon laagi paling bangub bangun didepan apartemen jiyeon ama yixing… Hahahah

  6. dwiki says:

    yahhhh kasian mingyu heheheh
    untung aja yixing gak sempet ngeliat mingyu tidur juga di samping jiyeon.
    kyk mana mingyu bisa lepas dari ikatannya jiyeon?

  7. RegitaOhJiSe says:

    Huhuhu Mingyu hitam exotis yg malangggg… Aku masih penasaran ama Yixing, dia masih blm diketahui seluk beluk sifatnya, apakah Yixing punya wanita lain dibusan? /jan asal nuduh njir -_-/

    Drama dramatis yg bikin ketawa geli didepan sekolah Mingyu wkwkwkw, mereka kesel pasti melihat Yang mulia Mingyu dengan wanita cantik dan seksi anjayy :v

    Ngeneslah liat Mingyu harus merasakan sesek ketika Jiyeon Yixing harus bersama, apalagi pas dibalkon, Ya mulia sendirian trus kedinginan…

    Ya ampun Mingyu mutiara hitam exotis kenapa ada disebelah Jiyeon begituu, anjirr untung aja ga ketauan Yixing hhh >.< bener2 didalam pikirannya cuma ada hanya nunna cantiknya.. yaiyalah orang Cinta Pertama buat Yang mulia Mingyu, Jiyi sangat beruntung !!

    Next..

  8. mega says:

    Yixing sllu ke busan moga aja dia punya cewe lain di sana…trus ketahuan ma jiyi.jdi dia gk harus nikah ma jiyi..dan mingyu ma jiyi bersatu

  9. rasma says:

    ohh mingyu yng malang.. untung jiyeon ga lagi ehem ” ma yixing

  10. cassanova yoo says:

    Ahh, aku suka ada ff mingyu jiyeon , ijin baca dr awal ya 😀

  11. Glundungan* gak bosen baca mingyu ini

  12. diah.dimin says:

    minggyu hidup ajj sama nuuna dimin wkwkek

  13. kriswulan says:

    Udah di iket aja mingyu masih bisa masuk kamar jiyi,,,
    Mingyu bakalan patah hati karna katanya jiyi ma yixing pan mau nikah.
    Jiyi kek juga suka ma mingyu

  14. kwonjiyeon says:

    Jiyiiiii bner5tega msa mingyu sampai d tendang
    Ada yg nanya apa yixing setia hmmmm tpi rata3ff kmu berakhir dngn ktdak setiaan kita liat ff ini berakhirnya bagaimn

  15. May andriani says:

    Walaupun udh di ikat mingyu msih aja tetep aja bisa lepas,, tpi gmn klu jiyeon sm yixing bner” mnikah,, gmn nsip mingyu 😦

  16. nissa says:

    wk enak bgt ya jadi jiyi diapit sama dua cowo cakep.semoga endingny mingyu ma jiyeon.

  17. risna says:

    Jangan buat Mingyu patah hati, kasihan. Hehehe. . Mingyu Jiyeon udah cocok

  18. Senyum” sendiri bacanya euuuuy mingyu memng Lucu haha..
    kuharap Yixing tahu apa yg sebenrnya terjadi diantara Jiyi ma mingyu biar dia Marah Dan memutuskan hubungan mereka. Peluang tuh bust mingyu hahaha#tertawajahat

  19. anick says:

    mingyu kasian next

  20. hidra says:

    Nah dari sini sebenernya yang aku bayang kan itu wajah lee howon alias hoya itu dikarenakan aku sekilas lihat poster nya begitu mirip, tapi setelah mendalami seventeen terbayang lah wajah yang mulia mingyu ini ^^ dan sepertinya mingyu tidak terlihat seperti anak anak sma hehe jadi oke oke ja klo sama jiyeon jadinya 🙂

  21. anii says:

    Hahaa lucu yaa ngebayangin.a 1istri 2suami hihiii, itu bisa.a mingyu ini tiba2 bangun udh ada disebelah.a jiyeon hihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s