ONCE UPON A TIME [Part – 6]


once upon a time

ONCE UPON A TIME 6

Episode 6#

Park Jiyeon

Kim Mingyu

Zhang Yixing

Romance

Rated-PG

***

.

.

.

 

Mingyu berhasil keluar dari kamar Jiyeon dan berjalan ke sofa. Dia melihat sendiri kalau memang Jiyeon berusaha mengikatnya, tapi ternyata gagal, dan kenapa dia harus selalu berakhir di sisi Nunnanya itu.

Wajahnya menjadi sedih memikirkan dirinya sendiri.  Bagaimana jika kelak dia tidak bisa hidup bersama Nunnanya.

.

.

.

Sudah hampir jam delapan tapi Mingyu belum kembali ke apartemen. Tadi pagi ketika dia melihat bocah itu terbaring di depannya, ada sekelumit perasaan geli di dalam hatinya. BAgaimana mungkin Mingyu bisa dan kembali lagi untuk tidur di sebelahnya. Ikatan tali itu sungguh tidak penting, karena sebenarnya Jiyeon hanya menguji bocah itu, dengan ikatan tali yang tidak terlalu kencang. Mana mungkin dia mengikat anak orang seperti binatang peliharaan.

Tapi untuk membayangkan Mingyu akan tidur di ranjang yang sama dengannya ketika ada Yixing di sebelahnya, rasanya itu tidak mungkin— tapi akhirnya mungkin. Jiyeon menekan keningnya lagi, dan melirik arlojinya.

Sekarang sudah jam Sembilan. Itu artinya, Mingyu memang serius terlambat, atau dia memang berniat tidak kembali ke apartemen ini, tapi di mana dia. Ponselnya tidak bisa dihubungi. Apakah dia sakit hati dengan kemunculan Yixing.

Dengan langkah cemas, Jiyeon masuk ke dalam lift. Entah dia akan mencari di mana. Kalau saja dia mempunyai tempat yang tepat untuk dituju, tapi dia tidak tahu kehidupan Mingyu dengan teman-temannya.

Mobil Jiyeon terparkir di depan apartemen orang tua MIngyu, dan melihat ke sekitarnya. Tidak ada bayangan Mingyu seperti yang Jiyeon harapkan. Seharusnya dia tidak secemas ini, kan.

GAdis itu berdiri di depan security yang waktu itu membantunya memberikan informasi.

“Sepertinya dia tidak kembali ke sini, Nona.”

“Aish!” Jiyeon mendengus

Ke mana lagi dia harus mencari. Ini sudah terlanjur malam.

“Apakah Nona ingin memastikannya lagi?”

Dia menawarkan diri untuk mengantar Jiyeon ke apartemen Mingyu. Tapi Jiyeon menolak, dia bisa melakukannya sendiri, karena dia tahu tempatnya. Mingyu pun pernah memberinya sandi masuk ke dalam apartemennya. Mungkin dia kembali tanpa sepengetahuan si security ini.

“Saya akan ke sana sendiri.”

Security itu mempersilahkan.

Pembicaraan mereka mengenai perasaan Mingyu masih tertunda. Jiyeon pun masih belum bisa menentukan. Ini gila, dia harus menentukan apa. Apakah dia harus mempertaruhkan kehidupan yang selama ini dia jalani demi seorang Min gyu.

Jiyeon menekan nomor sandinya dengan harapan bocah itu ada di dalam sana. Namun ketika dia membukanya, ruangan terlihat kosong dan sepi. Mingyu tidak berada di dalam sini.

Dia berdiri saja di dekat pintu itu hampir selama lima menit tanpa bergerak. Hatinya merasakan kecemasan yang berlipat ganda. Di mana dia akan mencari Mingyu kali ini,

Sebenarnya Mingyu pun tidak berniat untuk membuat Jiyeon cemas. Dia hanya sedang bersama dengan Wonwo dan Jun Hui di pesta Rin. MEreka memaksa Mingyu untuk datang.

“Yang Mulia kita saat ini sedang mengalami krisis.” Wonwo menyindir.

“JAdi yang kemarin itu, benar-benar pacarnya.”  Timpal Junhui.

“MEreka tinggal bersama sekarang. Bukankah dia keren.” Wonwo mengacungkan jempol di depan Mingyu.

“Diam-diam kau keren juga!” Junhui menepuk punggung Mingyu yang masih diam dengan wajah dingin.

“Jangan menyebar gossip tidak jelas, aku dan Nunna tidak seperti yang kalian pikirkan.”

“Apa kau berharap kau dan nunnamu itu seperti yang kami pikirkan.”  Junhui terbahak bersama Wonwo

“Diamlah! Nunnaku adalah wanita terhormat, dia sudah mempunyai kekasih, itu yang membuatku tidak berbesemangat seperti ini.”

Wonwo dan Mingyu sama-sama bungkam.

“Aku sebaiknya pulang!” Mingyu berdiri, tapi mendadak seorang yeoja sudah berada di depannya. Dia terlihat cantik dengan rambut yang tergerai panjang. Bahunya terbuka dan dia tersenyum pada Mingyu.

“AKu ingin mengajakmu berdansa,Kim Mingyu.”  Namja itu menoleh pada dua sahabatnya,

“Ajak mereka saja. Aku mau pulang!” Mingyu berjalan menjauh, tapi tangan yeoja itu menahan dengan memeluk tubuh tinggi itu.

“Ini ulang tahunku, aku ingin apa yang kuinginkan terkabul mala mini.”

Mingyu menarik napasnya dalam-dalam.

“Maafkan aku, karena aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu. “

“Ayolah Mingyu, hanya malam ini saja. Aku benar-benar berharap kau bisa mengabulkannya. Sebentar saja.”

Mingyu menoleh lagi pada WOnwo dan Junhui yang hanya bisa mengangkat bahu mereka. Kalau saja itu mereka, tentu saja mereka mau berdansa dengan yeoja cantik itu. Ahn Yeo Rin, adalah gadis tercantik yang mereka tahu, di sekolah mereka.

“Aku tetap tidak bisa.”  Setelah berpikir sedikit lama, dan helaan napas panjang terhembus dari Wonwo dan Junhui, sementara Mingyu sudah melangkah menjauh dari gadis itu.

“Dia terlalu sombong!” keluh Rin sambil duduk diantara WOnwo dan Junhui.

“KEnapa kau tidak berdansa denganku kami saja?”

RIn menoleh kea rah keduanya, kemudian tersenyum. “Baiklah, kenapa tidak. Kalian juga terlihat keren malam ini.”

“BEtul, lupakan saja Mingyu. Dia sudah mempunyai pilihan sendiri, jangan mengharapkannya.”

Rin mengernyit,

“Maksudmu Nunna yang kemarin itu. Bukankah dia terlihat sudah tua.”

“Dia cantik.” Tegas WOnwo

Tapi Rin mencibir kasar.

“Dia tidak pantas mendapatkan Yang Mulia kami.”

Wonwo dan Junhui hanya bisa menggelengkan kepala. KEnapa pesona Mingyu sulit sekali ditumbangkan, padahal yang lebih tampan dari Mingyu di sekolah ini banyak, tapi kenapa hanya dia yang menjadi incaran para bidadari di sini.

.

.

.

Mingyu sudah berdiri di depan pintu apartemen Jiyeon tapi ragu untuk masuk. BAgaimana jika Yixing masih berada di dalam sana dan mereka sedang bermesraan. Namja itu memejamkan matanya untuk menghalau pikiran buruk itu.

Dia melangkah meninggalkan depan pintu, dan berniat untuk kembali ke apartemennya sendiri. Mungkin dengan begitu dia tidak harus menyaksikan hal-hal yang tidak ingin dilihatnya dan membiarkan Jiyeon menikmati malam ini dengan kekasihnya.

BRUGH

Di dalam lift yang terbuka itu dia melihat Jiyeon ambruk. Keningnya berkerut sebentar.

“Nunna!”  dia segera mengambil tubuh yang terduduk di lantai lift dengan kepala menunduk itu.

“Mingyuuuh!”  Jiyeon menatap dengan keringat dingin di sekujur wajahnya

“Nunna, kau mabuk.”

JIyeon menggeleng,

“Sedikit!’  dengan hati-hati Mingyu menggandeng Nunnanya itu masuk ke dalam apartemennya

Jiyeon terduduk di sofa dengan pandangan berkunang-kunang,

“Kau dari mana?”

“Dari rumah temanku.”

“Aku mencarimu Kim Mingyu.”  Jiyeon masih berusaha untuk focus

“Aku pikir pacar Nunna masih di sini.”

“Dia sudah pulang tadi pagi.”

Mingyu menganguk,

“Nunna, kau beristirahatlah!”  namja itu membantu JIyeon untuk melangkah ke kamarnya.

“Aku masih ingin bicara denganmu, Kim Mingyu.”

“Besok saja. Sekarang sudah malam, aku ingin tidur!” Mingyu tersenyum aneh, sendangkan Jiyeon melirik curiga.

“KAu menyuruhku tidur, lalu kau akan menyusul tidur di ranjangku, kan?”

“Tidak!”

“Tidak?” Jiyeon menyipit

“BAgaimana kalau tidak terjadi?”

“Tadi pagi kau masih melakukannya. BAgaimana kalau Yixing tau kau berada di sampingku ?”

Mingyu berharap Yixing memergoki mereka, dan mungkin akan memutuskan hubungan dengan Nunnanya ini. Bukankah itu akan lebih mudah baginya masuk dalam kehidupan Jiyeon.

Mingyu mendorong Jiyeon masuk ke dalam kamarnya, dan menutupnya. Sedangkan Jiyeon merasa bingung dengan sikap Mingyu,

“Nunna bisa mengunci pintu kamarnya sekarang!”  usul namja itu dari luar kamar, tapi JIyeon menurutinya. Dia penasaran dengan apa yang akan terjadi. Jika dengan cara seperti ini Mingyu tidak berhasil masuk dan tidur di ranjangnya, seharusnya semua ini dia lakukan sejak awal.

Tapi,

Jam dua dini hari, Jiyeon merasa aneh dengan posisi tidurnya. Di dalam alam bawah sadarnya dia sudah merasa yakin, kalau ada seseorang yang sedang terbaring di sampingnya dan juga tengah memeluknya.

Dan ketika dia membuka mata, dia merasakan lengan itu melingkar di tubuhnya, mendekapnya dengan hangat. Jiyeon hanya bisa menghalau napasnya dengan rasa heran, demi menghadapi situasi ini.  Dia melepaskan lengan itu dan memutar badan untuk menemui Mingyu yang sedang terlelap di sisinya.

Namja itu terlihat begitu nyenyak dan tenang. Napasnya mengalir tanpa beban. Entah kenap Jiyeon merasa sepertinya, dia adalah obat bagi kesembuhahan penyakit tidur berjalan Mingyu.

Dia mengurungkan niatnya untuk membangunkan bocah itu, dan memilih untuk melanjutkan tidurnya. Entah dari mana dan bagaimana Mingyu bisa masuk ke dalam kamarnya, tapi yang jelas Jiyeon sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Mingyu di ranjangnya.

Dengan hati-hati dia merapikan selimut untuk menutupi tubuh namja itu, dan membiarkan Mingyu tidur dengan lelap. Dia terlihat lucu dan manis ketika terpejam.  Untuk waktu yang cukup lama, Jiyeon tidak berhenti menikmati wajah itu, dan keseluruhannya.

Mingyu bukannya tidak sadar dirinya diperhatikan Jiyeon, tapi dia sudah terlanjur beracting tidur sejak Jiyeon memutar badan dan menghadapinya tadi. Dia cukup kaget hingga terbangun, dan ternyata dia sudah berada di sisi Nunnanya ini. Kenapa dia bisa masuk, apakah dia mempunyai kunci kamar ini, atau dia—

MIngyu pun heran dengan dirinya sendiri,

Alisnya berkerut, dan telunjuk Jiyeon menyentuhnya.  Mungkin Mingyu sedang bermimpi buruk hingga alis itu berkerut, bersama dengan semua mimic gelisah itu.

Apa yang harus dilakukannya

Apakah dia harus membuka mata dan menghadapi Jiyeon, lalu apa yang akan terjadi. Debaran jantung namja itu tak urung membuat tubuhnya berkeringat. Dia merasa gugup dengan situasi ini.

PErlahan dia membuka mata pada akhirnya, tapi menatap Jiyeon sudah tertidur kembali. Dibuangnya napas lega, karena dia tidak harus beradu ketengangan lagi. Apakah nunnanya ini benar-benar tidur atau hanya berpura-pura tidur seperti dirinya tadi.

MIngyu bergeser, dia tidak ingin mengganggu Jiyeon tidur, tapi mendadak tangannya di tarik. Seketika itu tatapan mereka bertemu,

Deg

Deg

Deg

“Mau ke mana?” tanya Jiyeon dengan tangannya yang masih memegangi lengan Mingyu

“Kembali ke sofa.”

Jiyeon melepaskan lengan itu, kemudian berpaling membelakangi tatapan Mingyu. Eoh ini aneh, kenapa dia sepertinya tidak menginginkan Mingyu berada jauh darinya malam ini.

JIyeon menahan diri untuk tidak menoleh. Mungkin Mingyu sudah berjalan keluar kamarnya saat ini, meninggalkannya. Namun Mingyu yang menatap punggung itu. Dia merasa begitu resah. Apakah dia harus kembali ke sofa atau bertahan di sini, dan terus memeluk Nunnanya.

“Nunna, apa kau tahu, kalau di dapur Nunna ada tikus.”  Gumam namja itu lirih, lalu Jiyeon menoleh. Hatinya geli mendengar penuturan konyol itu

“KAu takut tikus?”

Mingyu mengangguk. “Aku tidak takut tapi geli, dengan bentuknya.”

“Lalu ?”  JIyeon memutar bola matanya

“Aku berjanji, aku tidak akan menyentuhmu jika kau mengijinkan aku tidur di sini.”

Mingyu kembali terbaring di samping Jiyeon,

Gadis itu menahan senyumnya sebentar,

“Apakah tikusnya besar?”

“Hm, lumayan.” Jawab Mingyu dengan wajah yang dipasang khawatir. JIyeon mengangguk-angguk sebelum akhirnya mengacak rambut bocah itu.

“BAiklah, kau bisa tidur di sini. Di kamar ini, tidak ada tikus, kau jangan khawatir!”

Mereka sama-sama tersenyum, dan kembali menarik selimut.

“NUnna, kau tidak takut tikus?” tanya Mingyu dari posisinya membelakangi JIyeon

“Tergantung jenis tikusnya, Kim Mingyu.”

Mingyu menahan tawanya,

.

.

.

Tbc

 

Advertisements

19 Comments Add yours

  1. rasma says:

    kalau tiikus nya mingyu’ jiyeon mau banget tuh .heee .. jiyeon dah mulai terbiasa dengan kehadiean mingyu..kode ini mah buat mingyu.ayo ming kasih tikus mu pada jiyeon heee.. jiyeon lum tidur bareng’ dengan yixing kan?
    moga aja lum ..

  2. Sookyung says:

    Makin manis aja hubungan mingyu dan nunna’nya ini {jiyeon} ^^

  3. diah.dimin says:

    Tergantung tikusnya? Mati donk wkwk… Ming2 msuk lwt mna lah bisa ajj pdhl dikunci.. Anak satu ini memang ajaib wkwk

  4. cassanova yoo says:

    Oh god knp jd senyum2 gini liat mereka , kenapa makin hari mereka makin manis aja ;D suka-suka , jiy tikusnya mingyu mau *hah hehe

  5. anotherworld says:

    Jiyeon blm bisa menentukan pilihan.
    Aku pikir jg gila ngarepin anak sma tp itu tdk masalah hahaha
    Selama jiyeon mingyu saling mencintai.
    Clo tikus nya mingyu psti jiyeon mau haha

  6. lanjiyeon says:

    cute…cute…cute.. gemes ih mereka bdua
    hayoh ji tikus jenis apa??

  7. RegitaOhJiSe says:

    Keren!! Mingyu tetap keukeuh ga mau dansa sama Rin, apa itu bilang Jiyeon tuaa..

    Udah terbukti Diotak serta saraf tubuhnya Mingyu cuma ada Jiyi. mau itu digembok sekalipun, Mingyu dengan cara tidurnya bisa melakukan apa aja demi memeluk Jiyeon ketika tidur kkkk

    Tikus? Jika tikus seperti Mingyu sih pasti mauuuuu, bwhahaha kocak nih dialog tikus :v

    Next!!

  8. mega says:

    Hahaha mingyu pke alasan ada tikus lagi blang aja mw tidur ma jiyi. jiyinya aja gk keberatan tuh ..aku jua sma ma mingyu berharap tdi pagi mereka kepergok..
    Hehehe

  9. Kim yeon says:

    Itu mingyu dari mana masuk nya,,, hem berasa mingyu manis-manis gimana gitu haha,, gimana ya kisah cinta jiyeon sama tunangannya ,,, kayak nya gak ada masalah , gimana cara buat pisah,,

  10. Smakin hari makin kagum dg mingyu..
    Hebat bgt lho dy bs jebol tu pintu,,
    Hahahaha jiyeon smpi nyari2 gt,,,
    Mingyu sih pake mghlg gt ja..
    Tikus?? Cyeee alsn na lucu agar bs tdr d kmr jiyeon

  11. anick says:

    modus nie mingyu hhh next

  12. violet says:

    Mssa sih d apartemen ada tikus jg duh mingyu alasanya ada2 aja bilng aja pengn tidur bareng

  13. Kenapa tiap adegan mingyu ma jiyeon bikin ngakak. Iya mingyu kalau bicara selalu menggelikan haha…

  14. dwiki says:

    heran sama mingyu yg selalu bisa masuk ke kamar jiyeon. padahal udah jelas kamar jiyeon dikunci.
    aigooo alesan mingyu gak masuk akal nihh bilang ada tikus di dapur jiyeon hahahha

  15. MFAAEM says:

    Heran mingyu bisa aja tetep masuk kamar jiyeon. Udah addicted kali ya sama jiyeon sampe pake cara apapun tetep aja bisa tidur diranjang jiyeon wkwkwkwkwk lanjuut unnii

  16. May andriani says:

    Astaga mingyu kok bisa masuk ke kamar jiyeon,, lewat mana ya?? Wah kyknya jiyeon udh mulai suka sma mingyu smpai” dia gk pngen mingyu pergi gitu..

  17. indaah says:

    yahh klo gini mah mereka udah saling membutuhkan krna udah terbiasa …
    seneng deh mingyu ngerti bgt dg jiyeon , dg alasan tikus kkk
    keren lan ..

  18. hidra says:

    Di chapter ini semua mulai terasa bimbang dan galau menurutku , tapi di chapter ini juga aku turut merasakan bagaimana bingung nya mingyu , pokoknya di chapter ini all about mingyu kayanya ..

  19. anii says:

    Adududuuu romantis.a yaa hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s