Rose In The City [Part-1]


rose-in-the-city1

Rose In The City  1

A Story by. Mochaccino

Maincast

Song Joongki

Park Jiyeon

.

.

 

 

Kehidupanku baik-baik saja,

 

Aku orang biasa, dengan hidup yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa, dan aku pun masih tinggal bersama seorang ibu yang sudah menjadi janda sejak aku masih kecil dulu. Ya, aku adalah anak tunggal yang menjadi tulang punggung baginya.  Bukankah ini kehidupan yang sangat biasa.

 

Namaku Park Jiyeon, umurku 19 tahun. Aku baru saja lulus dari sekolah menegah atas dan saat ini aku sedang berusaha untuk masuk ke sebuah universitas favorit yang sudah menjadi cita-citaku sejak dulu, tapi sayangnya aku tidak mempunyai biaya yang cukup.

 

Ibuku mengatakan kalau aku sebaiknya bekerja dulu dan melanjutkan kuliah pada tahun ajaran berikutnya. Kupikir juga begitu, apa salahnya bekerja, sekalian mencari pengalaman dan menambah wawasan di masyarakat. Aku senang bersosialisasi. Aku adalah remaja yang ramah, humble to everybody, terlebih aku mempunyai wajah yang cantik, menarik dan aku tidak mengalami kesulitan dengan masalah ketinggian aku tidak phobia terhadap apapun, dan aku memang benar benar sehat secara jasmani dan rohani,

 

Yeah, mungkin memang aku harus menjalani kehidupan ini lebih biasa lagi.

 

Sore ini aku mengunjungi tempat itu, yang menurut Suho, aku bisa bekerja sampingan di sana dengan upah yang lumayan. Ini sebuah bar karaoke, di mana di sana katanya pengunjungnya rata-rata terdiri laki-laki kaya dan berkelas. Bar itu sungguh ekslusive sehingga semua kalangan yang datang itu harus terdaftar, dan tidak boleh ada sembarangan orang masuk karena semuanya mempunyai card member yang harus ditunjukkan di depan petugas jaganya.

 

Dan entah kenapa aku setuju untuk bekerja di sana.

.

.

.

 

 

“Kau sudah datang.” Seorang laki-laki kurus menyambutnya dan langsung menyuruhnya masuk ke dalam ruangan ganti.

 

“Pakai ini!”  suruhnya sambil memperhatikan Jiyeon dengan detail. Yeoja dengan penampilan menarik itu menerima satu set pakaian seragam pelayan plus dengan rompinya.

 

“Sementara ini kau menjadi pelayan.” Ujarnya dengan serius, tanpa senyum. Dia type laki-laki yang kurang ramah. Pikir Jiyeon

 

“Baik, Ajussi!”  sahutnya mengangguk.

 

“Aku akan menunggumu di pantry. Kita akan breafing sebentar lagi.”

 

Jiyeon langsung berganti costume. Dia merapikan rambut dan membuat dirinya terlihat cantik. Entah untuk apa dia harus seperti ini.

 

“Hi!”  sapa seorang pelayan lain ketika memasuki ruangan ganti. Jiyeon mengangguk ramah.

 

“Kau pasti orang baru di sini!”

 

“Ya.”

 

“Siapa namamu?”

 

“Jiyeon.”

 

“Kau cantik sekali, mereka pasti akan menyukaimu.”

 

“Mereka siapa?”

 

“Kau akan tahu sendiri.”

 

Jiyeon mengernyit. Dia mungkin tahu, tapi untuk berpikir ke arah sana dia masih belum berani. Dia tidak akan terpengaruh dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan keyakinannya.

 

.

.

.

 

“Kau harus mengantar ini ke ruangan VIP.”  Bartender menyuruhnya untuk menganral dua botol vodka dan beberapa makanan camilan ke lantai tiga. Ruangan VIP itu terletak sedikit menyendiri, maklum mereka yang selalu menggunakan ruangan VIP adalah bukan dari kalangan biasa.

 

Pintu ruangan itu tertutup rapat, dan Jiyeon gugup dengan tugas pertamanya malam ini. Dia belum terbiasa menjadi pelayan, apalagi harus membawa nampan yang berisi gelas dan botol.

 

Seseorang membukakan pintu dan menyilahkan gadis itu masuk. Di dalam tidak ada siapun selain pria yang terlihat angkuh dengan lirikannya.

 

“Letakkan di situ, dan keluarlah!”  perintah pria yang membukakan pintu untuknya, mungkin pengawalnya. Dengan sedikit was-was Jiyeon menaruh nampan itu di atas meja kaca, dan menatap sebentar pada pria berstelan jas putih itu. dia sangat elegant dan keren. Umurnya mungkin di atas sekitar 30-an. Wajahnya segar, dengan sedikit kumis tipis yang menambah penampilannya selayak seorang aristokrat sejati.

 

“Pergilah!” usir sang pengawal,

 

Jiyeon berdiri, dan melangkah mundur. Laki-laki yang tengah duduk itu meliriknya lagi.

 

“Biarkan dia tinggal di sini!” titahnya dengan nada  sedikit berat.

 

DEG

 

Jiyeon membulatkan matanya cemas. Apa yang akan dikerjakannya di dalam sini. Apa dia harus menghibur laki-laki itu.

 

.

.

.

tbc

.

Note. Untuk Part berikutnya bisa di baca di blogspot atau di wattpad. Alana Yuen, sama ajah

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Yumi Kim says:

    Aduh nanggung sekali… jadi kepo. Itu joongki pasti yaa yang di ruang vip?

  2. indaah says:

    woaaw , baru tau ada ni ff lan .
    jongki jiyeon yaa , mm seru nih
    jiyeon kehidupan nya biasa aja dan akan berubah ni kyk nya

  3. Kim yeon says:

    Horeeeee jiyeon joongki,,, jiyeon jadi pelayan bar,, terus itu pria yang suruh jiyeon tetap disitu siapa,, semoga aja jiyeon gak di apa-apa ini deh

  4. May andriani says:

    Apa yg bkalan terjadi sma jiyeon??

  5. Latifa says:

    Nice ff…jiyeon joongki tuan kaya vs gadis miskin

  6. cia says:

    Wah seru nih kyknyaa
    Ijin baca part 2 nya yaa

  7. anii says:

    Penasaran yaa aku.a hehee next yaa
    Suka sama yg genre.a kek ginian hihiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s