SAVE OUR LOVE [2]


save-suho-for-me

SAVE OUR LOVE

By. Mochaccino

Maincast ||  Park Jiyeon and Kim Joon Myeon

Genre ||  Romance-Angst

Rated || PG

.

.

Saat ini adalah bulan Juni, dan suasana di sekitar rumah disemarakkan dengan wewangian alami, begitu harum. Bunga-bunga sedang bermekaran, dan matahari bersinar hangat. Angin berhembus lembut, desahnya bermain dengan tirai putih pada jendelanya yang terbuka, mengayun tenang, seperti ingin menghibur perasaan Jiyeon yang baru saja membuka mata.

Ditariknya nafas sedalam mungkin, untuk membuat semua oksigen itu memenuhi paru-parunya. Hari ini semoga lebih baik dari hari kemarin. Begitu yang dia harapkan. Semua aktifitas berjalan lancar, termasuk aktifitas yang sudah ditekuninya beberapa waktu belakangan ini sejak dia meninggalkan Joon Myeon.

Pria yang masih menyandang status sebagai suaminya itu membiarkan dirinya pergi meninggalkan semuanya, termasuk karir dan kehidupan berkelas yang diperjuangkan dalam kurun waktu lima tahun kehidupannya setelah lulus dari jenjang pendidikannya di dunia penyiaran.

Dia memilih hidup bersama seorang wanita yang baru dikenalnya, mungkin teman kerjanya, kemudian menjalani hubungan sebagai kekasih, memaksa Jiyeon melepaskan semua itu demi harga dirinya. Tidak ada status janda yang disandangnya, keluarga Kim tidak mengijinkannya, dan Jiyeon masih  sah menjadi istri dari seorang Kim Joon Myeon, meski hanya sebuah status yang dianggapnya konyol.

Ada  satu alasan Jiyeon kenapa dia ingin bertahan dengan itu semua, mungkin da hanya ingin membuktikan pada laki-laki itu, bahwa dia akan baik-baik saja meski hidup menjadi seorang menantu dari keluarga Kim, dan juga istri dari seorang brengsek seperti Joon Myeon.

Pertengkaran itu juga rasa muak dan sakit hati yang tidak seharusnya dia terima dari Joon Myeon akan dia musnahkan.  YA, dia hanya berpikir bahwa hidup tanpa seorang laki-laki pun tak akan membuatnya hancur. Bagitulah yang Jiyeon yakini.

Dia tidak menyangkal, bahwa rasa frustasi atas apa yang tidak seharusnya dia dapatkan ini sedikit banyak merubah performanya. Jiyeon menjadi lebih santai, terlebih dengan gaya berpakaiannya yang semula kaku selayak wanita kaya dan terkenal, dia tidak pernah lepas dari stelan blaser dan celana pipa slim yang membuat dirinya terlihat tinggi dan ramping.

Sekarang Jiyeon cenderung ingin terlihat sexy, cantik tanpa mengurangi kesan elegant yang senantiasa selalu di sandangnya.  Dia lebih sering mengenakan rok ketar yang terkadang sedikit lebih tinggi dari lututnya, untuk menampilkan betapa indah kaki jenjangnya, betapa dia berharga, dan bisa menarik perhatian laki-laki lain dan mungkin kelak dia bisa membuat Joon Myeon menyesali kenapa dengan mulut sialannya itu menghinanya separah itu.

Pria dengan wajah malaikatnya itu selalu menuduhnya dengan sebutan wanita penyihir penggoda. Wajah sadis seperti Jiyeon tidak mungkin sanggup menarik perhatian orang, terlebih sanggup mencintai seorang Jiyeon.

Hatinya terpukul hebat,  dia tidak sudi dikatakan sebagai manusia sadis, meski kenyataannya—

Mendadak dia mencium aroma pancake dari dapurnya, juga wewangian alami yang mendatanginya. Pelayannya itu mengerti bagaimana menyenangkan majikannya.  Dia membawa satu pot cantik berisi gardenia yang kemudian diletakkan di sisi pembaringan Jiyeon, wanita cantik itu menyisir rambutnya di depan cermin. Hari ini dia akan bertemu dengan seseorang dari Korea yang dikatakan sebagai orang penting yang akan menjadi koresponden yang bekerja sama dengannya. Mereka masih merahasiakan identitasnya, katanya sebuah kejutan. Rasanya tak sabar untuk segera bertemu dengannya.

“Nona Park, sarapan Anda sudah siap.”  Jiyeon menoleh pada pelayan yang sedang membawa pakaian bersihnya ke dalam kamar.

“Apa yang kau masak?”  menoleh dengan sisir ditangannya

“Hanya  cream soup ayam, dan juga pancake jika Anda suka.”

“Aku suka Nena.” Jawab Jiyeon yang kemudian berdiri, melenggang dengan anggun keluar dari kamarnya. Nena, sang pelayan berumur 35 tahun asal Mexico itu tersenyum santun.

“Nona, apakah hari ini saya diijinkan cuti. Ada keponakan saya baru saja lulus dari seminari menengah, dan dia akan pulang.  Keluarga besar kami akan berkumpul di rumah kakak saya.”

Jiyeon mengernyit, “Keponakanmu akan menjadi Pastor. Hebat sekali.” Usut Jiyeon sambil memperhatikan tatanan di meja makannya yang rapi, dia cukup puas dengan hasil kerja Nena.

“Oke, Nena, kau boleh cuti hari ini, tapi apakah besok kau bisa datang sepagi mungkin?”

Nena mengangguk.

Jiyeon ikut mengangguk seraya duduk dan mengambil mangkuknya, menyicipi cream soup itu dan tersenyum. Sepertinya moodnya menari ceria untuk hari ini.

.

.

.

Pria itu, sosok berpostur tinggi, dengan wajah tampan dan rambut sedikit ikal, dia adalah seseorang yang selama ini mengenal Jiyeon cukup baik. Boleh dikatakan dia ingin mempunyai cerita khusus dengan wanita yang selama ini dikenalnya sebagai  Singa Liar Betina. Lelaki jantan sepertinya ingin sekali menaklukan gelar itu dan membuat Jiyeon tunduk dalam kuasanya di dalam dunia kerja, maupun di atas ranjang.

Dan hari ini pun tiba, dia tidak sabar untuk bertemu dengannya—

.

.

.

.

Tbc

 

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. diah.dimin says:

    jgn2 itt holkay?.. jinjja?… aduh klo gg cinta knp g mao cerai ajj c.. kn jdinya jiyi g bisa nikah same yg laen.. di balik wajah malaikatnya suho dlmnya ternyata evilnya kbangetan ..next

  2. minew says:

    wah siapa kah itu???nafsu amat ma jiyi kayakx…
    suho kah? apa dia udah brubah pikiran n mulai suka ma jiyeon??
    atao ada orang lain msa lalu jiyeon ???

  3. nissa says:

    jadi jiyeon udh pisah ma joon myeon.apa masih tinggal dikoreakah ?.siapa tu cowok jadi penasaran

  4. May andriani says:

    Siapa tuh orng yg jiyeon temui,, uuhh penasaran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s