LOVE SKY [3]


love-sky-sehun

LOVE SKY – 3

Maincast | Park Jiyeon and Oh Sehun

Support CAst | DO Kyungsoo and Song Kyung-il

.

Sehun mengacak rambut Jiyeon.

Sementara Jiyeon hanya merengut. Dia pikir, dia tidak sedih apa, memikirkan seseorang seperti Sehun. Mungkin jika semua orang selalu melihat Jiyeon selalu tersenyum dan menebar keceriaan sampai ke sudut-sudut gelap di studio tempat kerjanya, itu tidak bisa mengurangi rasa galaunya memikirkan bagaimana dia harus menghadapi Sehun setiap harinya.

Perpisahan itu sudah lama,

Apa artinya sebuah ikatan jika di dalamnya muncul begitu banyak tuntutan, permintaan dan rasa tanggung jawab. Jiyeon melihat itu di dalam benak Sehun. Sejak mereka sepakat untuk mengukuhkan pertemanan mereka menjadi hubungan kekasih, saat itu Jiyeon masih di SMA dan Sehun sudah menginjak di bangku kuliah. Mereka manis dan kompak saat menjalin hubungan sebagai adik kelas dan kakak kelas, atau apalah itu namanya, sering mencuri kesempatan, mencuri perhatian, dan mencari momen untuk bisa bersama. Terasa menggemaskan, namun  semua sikap lembut, perhatian itu berubah secara perlahan ketika mereka memulai sebuah hubungan pacaran.

Sehun menjadi sedikit cuek, kurang memperhatikan, dan cenderung tidak peka dengan apa yang di tuntut Jiyeon darinya.  Yeah, semacam sebuah sikap yang sedikit mengabaikan, karena Sehun merasa bahwa Jiyeon sudah dia dapatkan dan itu sudah membuatnya puas. Apa yang sudah dia targetkan tercapai, dan itu membuat Jiyeon gusar dan sering uring-uringan.

”Jiyeon, aku sedang bersama Baekhyun. Kau tunggulah sebentar, aku akan menjemputmu!”  saat itu, ketika Sehun sebagai Sunbaenya berjanji untuk menjemput Jiyeon dari bimbingan belajarnya di sore hari, kebetulan pun agak mulur waktunya hingga harus selesai hingga lewat jam delapan.

”Di sini sudah sepi, Sehun.” Jiyeon menjelaskan,

”Aku tadi sudah menjemputmu jam tujuh tapi kau tidak ada di depan tempat lesmu, jadi aku dan Baekhyun main dulu.”

”Jemput aku sekarang!”  hardiknya

”Lima menit lagi.”

”Sehun aku takut. Di sini sepi.”

Sedikit agak lama sampai Sehun baru menjawab—

”Baiklah!”

Jiyeon tahu apa yang dikerjakan Sehun bersama Baekhyun, mereka hanya sekedar bermain game, dan itu selalu dikatakan Sehun sebagai hal penting. Tapi saat itu, Jiyeon sedikit curiga dengan sesuatu yang membuat Sehun lebih sering bersama Baekhyun ketimbang dirinya.

Jiyeon menyelidikinya, dan semua itu terbukti, kenapa Sehun lebih senang bersama Baekhyun, itu karena dia sedang mengincar adik perempuan Baekhyun. Seol Hyun. Ya, gadis itu cantik pun sama dengan Jiyeon yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA.

”Kita putus!”  Jiyeon mengutarakannya setelah memergoki Sehun berkencan dengan Seol Hyun di club malam. Saat itu, Jiyeon menangis sejadi-jadinya di dalam kamar, sampai ayah dan ibunya pusing mendengarnya. Sehun pun berusaha membujuk dan berjanji tidak akan mengulangi, tapi Jiyeon tak menanggapi.

Beberapa minggu, Jiyeon menikmati rasa sakit hati hingga air matanya mengering sendiri. Tapi kemudian pada pesta perpisahan sekolahnya, Jiyeon bertemu dengan Sehun lagi, dan mantannya itu meminta Jiyeon untuk kembali menjadi pacarnya lagi. Entah kenapa Jiyeon luluh dan dia bersedia menjadi pacar Sehun lagi satu minggu setelah pesta perpisahan itu berlangsung.

Mereka baik-baik saja, karena Jiyeon kuliah di tempat yang sama dengan Sehun. Mereka seering bertemu dan kelihatannya memang seru, sampai pada suatu ketika, Jiyeon harus melihat Sehun sedang bercengkrama  manis dengan teman satu tingkatnya, Seul Gi.  Seperti biasanya, Sehun selalu menebar pesona, dan banyak mengumbar kata-kata gombal yang membuat hati wanita seperti Jiyeon pun harus luluh.  Itu terlalu menjijikkan hingga Jiyeon harus mual dan muak, tapi dia tidak bisa berhenti menyukai Sehun.

”Sehun, apa kau selalu begini? Mempermainkanku sekejam ini. Apa hanya denganku kau bersikap seperti ini?”  malam itu Jiyeon sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Menurut dokter Jiyeon mengalami gangguan pada levernya.

”Aku mencintaimu, Park Jiyeon.”

”Tapi kenapa kau selalu membuatku sakit hati? Kau merayu Seulgi  dua hari lalu. Apakah itu yang kau bilang kau mencintai aku?”

Sehun memang tidak menjelaskan kenapa dia bisa bersikap se-playboy itu, merayu  semua wanita yang disukainya, tanpa memikirkan perasaan Jiyeon.

”Kita tinggal bersama!” ajaknya di lain hari. Jiyeon sudah keluar dari rumah sakit dan sudah bisa kuliah seperti biasanya lagi.

”Untuk apa?”  Jiyeon menolak

”Supaya kita bisa saling memiliki.”

”Bukankah kau tidak suka dengan hubungan semacam itu.”

Sehun cukup keren untuk  menjadi alasan Jiyeon menjadikannya kekasih, dan hubungan mereka lebih dari kata akrab. Mereka sudah mengetahui semua warna dari karakter mereka masing-masing.  Hanya saja Jiyeon tidak pernah mau tinggal bersama dengan Sehun.

”Kau mau ke mana?”  Jiyeon bertanya, ketika melihat Sehun sedang memilih-milih kemeja.

”Aku ada janji wawancara dengan sebuah perusahaan.” jawabnya

”Tapi kau belum lulus.”

”Tidak apa-apa. Mereka membutuhkan tenaga freelance sebagai cameramen.”

”Eoh! Pakai warna pink saja, itu bagus.”

Sehun melirik jengah.

”Kenapa? Pria memakai warna pink bukan sebuah dosa, kan.”

”Hm, ii terlalu girly, apa kau pikir aku tidak macho sampai harus memakai warna pink. Aku heran kenapa aku punya kemeja seperti ini.”

Jiyeon bangkit dan merebut kemeja itu. ”Ini hadiah dariku. Bodoh! Apa kau tidak ingat, ini hadiahku saat kau lulus SMA dulu.”

Mulut Sehun terbuka lebar, kemudian bersimpuh di kaki Jiyeon. ”Maafkan aku yang tidak ingat ini, My Queen!”

Jiyeon memutar bola matanya.

”Berhentilah merengek, Sehun!”

”Baiaklah aku akan memakai baju warna pink ini.”

Sehun merebutnya dan mengenakannya. Yeah, dia terlihat lebih cerah. Warna kulit dan wajahnya itu begitu cemerlang dengan warna pink, terlebih dia mengenakan jas berwarna hitam. Jiyeon bersorak dalam hati waktu itu meski pada akhirnya harus menyesali kenapa Sehun harus memakai warna pink pada hari itu, karena orang itu, yang mewawancarai Sehun adalah seorang wanita, yang kemudian jatuh cinta padanya.

Jiyeon baru mengetahuinya ketika menemukan beberapa foto Sehun bersama wanita yang umurnya sedikit lebih tua dari kekasihnya itu.

”Kenapa kau mengulanginya lagi, Oh Sehun?”  Jiyeon menatap gamang saat memergoki lagi kekasihnya itu berkencan dengan wanita itu, Kwon Yuri, di kamar Sehun, hampir melakukan sebuah hubungan.

”Sepertinya, aku tidak akan pernah lagi menjadi kekasihmu, Sehun. Sampai kapanpun aku tidak akan sudi menjadi kekasihmu. Apa kau dengar itu!”

Jiyeon menyimpan semua itu sendiri, dan membiarkan Sehun bersikap semaunya. Dia masih selalu berada di sekitarnya, dan anehnya ketika mereka tidak menjalin hubungan apa-apa, Sehun tidak pernah bersikap playboy. Dia menjadi laki-laki manis, tidak bertingkah dan selalu memperhatikan Jiyeon.

Apakah sebuah komitmen itu membuatnya merasa gila? Ini sangat aneh, tapi begitulah yang terjadi.

tbc

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Edc says:

    Oooohh jdi gtu mslhny!!!
    Eh..tp kok q rsa jy jg slah y?? Knp jy g dnger pnjlsn sehun dlu & mlah lngsung ambil ksimpuln.. Tpi klo yg sma yuri itu kykny bner deh toh jy jg mergokin kn??
    Ahh mrk b2 bkin bingung…hehe

    sneng deh kak lana update ffny lngsg bnyk gtu..hehe
    ditnggu ff yg laen & FIGHTING

  2. May andriani says:

    Knp sehun sperti itu ya? Di saat dia pcaran sama jiyeon dia jdi cuek bahkan sllu nyakiti jiyeon ,, tpi disaat dia enggk berhubungan sama jiyeon dia perhatian bnget,

  3. May andriani says:

    Knp sehun sperti itu ya? Di saat dia pcaran sama jiyeon dia jdi cuek bahkan sllu nyakiti jiyeon ,, tpi disaat dia enggk berhubungan sama jiyeon dia perhatian bnget,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s