Teasing You


TEASING YOU

Park Jiyeon and Park Chanyeol

Romance Comedy

Rated Mature



“Kamu ga pulang lagi, malam ini Mas?” Jiyeon mendengus jengah, menyaksikan jalanan dari jendela apartementnya. Bosan. Sekarang sudah jam 10 malam, and well his husband tidak berniat pulang karena ada urusan mendesak, penting dan tetek bengek lainnya yang dijadikan alasan tiap kali dia ga bisa pulang. Biasa mungkin bosan dengan suasana rumah. Dengan dalih urusan penting, mungkin dia lebih memilih berhang out ria bareng teman-teman mabuknya. Huh, sangat mendesak sampai tidak bisa menyempatkan diri menghubungi. Harus selalu Jiyeon yang menghubungi dia lebih dulu.

Begitu yang dibilang pria gentle.

Ya, begitulah…Jiyeon terus menggerutu kian kemari sambil menekan remote kontrol mencari acara teve yang enak dilihat malam-malam begini. Kakinya selonjor di atas meja tanpa ada yang protes. Maklum Chanyeol memang tidak suka melihat polah yang kelewat ngawur dan tidak tau tata krama. Mereka dulu menikah atas dasar cinta. Pacaran selama delapan bulan terus ujug-ujug dia datang ngelamar. Kayak ketiban duren montong, pas lagi cinta cintanya sama dia, eh langsung deh di jadiin pasangan hidup yang katanya bisa sehidup semati sampek kakek dan nenek.

Chanyeol itu sebenarnya cowo perhatian, super perhatian malah kalo boleh dibilang. Pas awal-awal nikah dulu, haduh…perhatiannya itu lebay, norak banget. Kadang mikir ini apa ya bakalan terus begini nantinya ya, eh ternyata udah ke sini sini ketahuan juga belangnya.

Ini sudah lebih dari satu bulan dia bertingkah macam suami-suami kebanyakan. Sudah bosankah dia pada pasangan hidupnya ini, apa dia punya wanita idaman lain alias selingkuh.

Menyebalkan!

Jiyeon memperhatikan kondisi fisiknya di depan cermin, memantau kalau-kalau ada bagian tubuhnya yang kendur atau berkurang keseksiannya. Bahkan dia sampai harus membuka celana dan meremas bokongnya sendirim juga meremas payudaranya sendiri, dan heuh..masih kenceng kaayak ban mobil baru. Hell, ini masih sangat montoqs, belum perlu melakukan oprasi tanam benang untuk narik calogen, dan juga wajahnya yang kempling ini walah, ga perlu di suntik botox, masih kenceng and mulus kayak jalan tol yang baru diresmiin pemerintah. Dia juga masih rajin pilates dan yoga untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap fit dan seksi. Biar tetap kenceng bagian organ intimnya. BUkannya itu yang paling disenengi pasangan kita.

Apa yang salah dari dirinya, sampai Chanyeol megabaikannya seperti ini.

Makanan kesukaan? Oh jangan tanya kalau itu masalah makanan. Jiyeon selau masak semua masakan yang disukai Chanyeol dengan baik. Kurang apa lagi coba kalau hanya rendang jengkol sama pepes ikan teri. Semua udah dilakuin Jiyeon.

Masalah hubungan ranjang?

Ini mungkin agak sensitif, karena Chanyeol memang jarang pulang, jadi mereka kurang melakukan hubungan intim. Ditambah kondisi Chanyeol yang lelah sepulang bekerja. Jiyeon suda sering bertanya mengenai kesibukan Chanyeol di luar sana, ‘kenapa sih kok sering di luar ketimbang di rumah?’ tapi pria jangkung itu hanya menjawab, ‘semua demi masa depan kita sayang.’

Halah, pret! Masa depan taik kambing. Masa depan kayak apa coba, kalau keharmonisan hubungan intim saja dia tidak penuhi. Hhhh!

Xiumin, teman dekatnya kemarin sempat memberi saran, yah ini hanya perbincangan diantara sesama rekan kerja saja yang mungkn bisa membantu, katanya. Tapi Jiyeon sendiri sedikit ragu ya, soalnya hubungan Xiumin sendiri dengan Chan Mi juga kurang harmonis. Bagaimana mungkin dia bisa menyarankan agar Jiyeon sedikit menggoda suaminya. Maksudnya beberapa waktu lalu Xiumin pun bertingkah sama kayak Chanyeol, jarang pulang karena merasa hubungan rumah tanga mereka hambar alias gada yang bikin greget gitu katanya. Penampilan Chan Mi gitu-gitu aja, bosenin. Dia pengen nyari sesuatu yang baru. Wah, itu sih namanya udah kebangeten! Enak aja mau nyari yang baru, dia pikir yang di rumah ini keset bekas apa, udah di pasang buat bersihin kaki, eh mau diganti juga. Sembarangan kalau ngomong tuh congor. Ck…Ck…Ck..

Please….

Jiyeon menghela nafas kesel kalo inget omongan temen kantornya itu. Atas dasar apa dia ngoceh kayak gitu, minta di sumpel pake cabe rawit sekilo kali ya…,

‘Elah,..coba aja knapa sih, Ji! gada salahnya.’

Ya sih, Jiyeon juga mikir, mungkin dia bisa mencobanya, meski mungkin itu tidak terlalu akurat mengenai hasilnya akan berhasil pada Chanyeol, tapi siapa tau berhasil, karena katanya Chan Mi berhasil dan bikin Xiumin betah di rumah belakangan ini.

Dia akan mencobanya kalau Chanyeol pulang nanti. Lihat saja nanti, apa dia akan kapok atau gak.

Dua hari kemudian setelah Chanyeol ada di rumah, paginya Jiyeon bangun duluan kayak biasanya. Dia memasak dan menghidangkan sarapan lebih awal meski Chanyeol belum bangun. Jiyeon sengaja mandi lebih awal juga, membasahi sekujur tubuhnya dan tidak menyisir rambutnya, lalu mengenakan t-shirt putih yang kebesaran, tipis pun tanpa pakaian dalam. Bisa dibayangin kan gimana sexy-nya Jiyeon pagi ini. T shirt itu berkerah lebar, jelas itu dia dapat dari Xiumin. Bukan kaos bekas Xiumin, tapi itu kaos yang dibeli Xiumin dengan ukuran badan dia, and emang jadinya agak kedodoran di badan Jiyeon yang ramping tapi berisi.

Jiyeon aja ga tahan ngeliat tubuhnya sendiri yang kelewat hawt, hingga berkali kali ketika di menunduk….alamak, itu bagian kerah turun sampe ke lengannya. Bahunya yang mulus sudah pasti bisa bikin Chanyeol ser ser-an, klevek klevek lah pokoknya. Itu emang tujuannya.

Dia berjalan ke sana sini sambil membersihkan kamar, merapikan beberapa pakaian di lemari, pokoknya membuat dirinya sibuk dan Chanyeol terbangun.

Dan ya, dia sudah bangun, karena Jiyeon dari tadi berisik minta ampun. BUka tutup pintu lemari, terus pintu kamar, terus narik laci dsb. Mending kalo nutupnya itu pelan-pelan, tapi ini ya ampun, nutup laci aja pake tenaga dalam. HAdeuh…. Chanyeol geleng-geleng kepala ngeliat tingkah Jiyeon.

Jiyeon melihatnya, tapi membiarkan pria itu mengintip kegiatannya. dia baru saja selese nyetrika pakaian Chanyeol dan berniat untuk memasukkannya ke dalam lemari tapi medadak dia menjatuhkan tumpukan pakaian itu. “Uphs!” Pekiknya.

Dia membungkuk, untuk mengambil pakaian yang jatuh tadi, dan yah posisi itu…. Chanyeol hampir tersedak ilernya sendiri, dan langsung melongo mendapati bongkahan bokong Jiyeon tersingkap, tapi buru-buru ditutup lagi sama yang punya.

Jiyeon pura-pura ga melihat air liur Chanyeol yang merembes dari bibir sensualnya itu dan berlalu keluar kamar untuk terkekeh menahan rasa gelinya sendiri.Astaga, dia harus nyuci bantal bekas iler lagi. Huh!

Well, ini baru pemanasan.” Gumam perempuan ini sambil melangkah ke arah dapurnya yang masih berantakan akibat kegiatan memasaknya sesaat lalu.

Baru beberapa menit dia merapikan meja dan mencuci peralatan dapur, Chanyeol keluar kamar dengan wajah yang sudah terbasuh air. Pagi ini dia terlihat santai dengan celana pendeknya, juga kemeja semalam yang belum sempat dilepas. Harap maklum lah…belum sempet.

“Kamu masak apa sih Sayang?” Sambil duduk dan menperhatikan jendela balkon yang sengaja di buka lebar. Angin-anginnya mempermainkan tirai kian kemari. Sunguh pagi yang sempurna, pikirnya, apalagi pas noleh ke arah Jiyeon…yang masih membelakangi Chanyeol, menaruh beberapa peralatan pada lemari atas. Dia berjinjit hingga t-shirtnya terangkat lagi.

Holly mother!” pekiknya lepas.

Bongkahan pantat itu kembali menggoda Chanyeol yang mendadak berliur lagi. “Gosh!” Umpatnya. Sebagian bentuk sintal itu terlihat dan jenjang kaki Jiyeon yang mulus pun terekspos jelas di depan mata.

Pria ini menunduk merasakan celana pendeknya mendadak sempit. Oh Tuhan….. kenapa pagi ini Jiyeon terlihat bahenol sekali.

“Kamu tadi tanya apa Sayang, aku ga denger.”Jiyeon noleh, dan…

“Um…?” Bola mata Chanyeol menari tanpa fokus melhat Jiyeon yang berjalan mendekat. Kerah baju itu turun dan memberi tontonan lain yang tak kalah indahnya. Bentuk leher dan belahan dadanya yang sintal segar… juga bahu dan lengan mulusnya begitu menggiurkan. Sialan, ada apa dengan Jiyeon pagi ini.

“Kamu gak selera sama sarapanmu ?” Jiyeon memberi wajah merengut dan duduk dengan asal. Kakinya sengaja di angkat ke kaki sebelahnya, hingga t-shirt itu kembali terangkat dan sebagian bokongnya terlihat dari samping.

Jiyeon bukannya tidak melihat mata Chanyeol itu jelalatan ke mana, tapi dia mengacuhkannya saja, mencoba untuk menggali lebih banyak rasa horny Chanyeol pada tubuh pasangannya yang sudah diabaikan selama hampir dua bulan ini… O Demi Poseidon yang gagah perkasa, dua bulan di acuhkan, dan organ intimnya ini sudah lupa bagaimana caranya mencengkram penis pasangannya itu. Lagipula ke mana juga Chanyeol membuang sperma kadaluarsanya itu padahal kalau tidak dibuang, seminggu aja di dalam kantong zakarnya itu, pasti dia udah ga nahan minta dikerjain. Pasti Chanyeol nyari pelepasan lain. Muka Jiyeon tambah suntuk mikirin itu.

“Makan!” Suruh Jiyeon ketika melihat Chanyeol belum merespon masakan yang dibuatnya. “Kamu ga suka? Kamu bosen sama masakanku? apa ini ga enak?” melirik sengit,

“Kamu galak amat sih, Sayang?”

“Kata siapa?” Jiyeon balik nanya sambil melotot.

“KAta akulah, kan barusan aku ngomong.” celetuk Chanyeol asal, tapi masih dicuekin Jiyeon, “Kamu marah ya sama aku?” nyolek pinggang Jiyeon gemes

“Hm, marah?”

“Iya.”

“Aku capek, ga sempet buat mikir marah ke kamu, Mas.” sahut Jiyeon lagi

Chanyeol terus memperhatikan sikap Jiyeon yang terlihat tenang. Dia mengunyah makanannya dan sesekali memberikan senyum datar, sambil tetap memberi gaya seksi hingga dia mendengar beberapa kali Chanyeol menarik oksigen di sekitar mereka duduk.

“Gimana kerjaan kantor?” Chanyeol nanya lagi

“Biasa aja.”

“Biasa gimana?”

“Biasa ya biasa. Emang harus gimana jelasinnya ke kamu, aku harus bikin laporan tertulis juga supaya kamu jelas?”

Chanyeol nyengir denger jawaban yang super judes itu, mana pake ngetril segala tuh nada.

“Kenapa belum di makan? kamu udah nemu masakan yang lebih enak dari masakanku?”

“Bukan…” sahut pria ini yang kemudian berdiri dan mendekati Jiyeon.

“Apa?” tanya Jiyeon ngelirik tingkah Chanyeol yang mendadak berdiri di sebelahnya.

“Kamu kenapa?” tanyanya sambil telunjuknya menekan-nekan bahu Jiyeon yang terbuka

Jiyeon menghindar…”Aku kenapa?” Jiyeon memberi cekungan pada alisnya.

“Ya, kamu kenapa?” kali ini menarik kerah t-shirt itu lebih jauh meninggalkan pundak. Well, ini akan segera di mulai, dan Jiyeon beranjak dari tempat duduknya, berjalan ke arah pantry, dan Chanyeol mengikuti.

“Jiyeonie,…”

“Apa?”

Chanyeol mendadak menekan tubuh Jiyeon pada meja pantry. Bagi Jiyeon yang memang tidak mengenakan baju dalam, dia bisa merasakan bongkahan pantatnya di tekan oleh benda keras yang sepertinya sudah meminta untuk di servis. Enak aja! maki Jiyeon dalam hati. Dia beringsut dan pindah posisi menghindari Chanyeol.

“Ini baju sapa sih, kegedean di kamu Sayang~.” tangan Chanyeol narik-narik kaos yang dipake Jiyeon sampe Jiyeon harus ganti narik kaos itu supaya ga tambah molor.

“Aku beli di grosiran, trus aku cuci, ga taunya jadi melar kayak gini. Knavah?”

“Kamu manis banget pake baju kayak gitu, sexy…unyu banget ih!” Waduh mulai ngerayu.

“Kirain ga suka.”

“Sapa yang bilang…itu bagus kok..”

“Hhh…suka ya suka, bagus ya bagus, tapi jangan ditarik-tarik gini dong, tambah melar malah ga bisa aku pake lagi nanti. Sayang kan baru beli.”

“BEsok aku beliin yang banyak, terus tiap hari dipake ya…” Chanyeol mulai gombalin dan nempel-nempel ke badan Jiyeon.

“terus ini ngapain nih pake nempel gini?”

“Aku kangen..” bisik pria ini sambil mengecup pipi Jiyeon yang mulus, terus di elus-elus pake jarinya. “Kamu beda banget pagi ini..”

Jiyeon cuma bisa nunduk malu-malu dengerin Chanyeol ngomong kayak gitu. Berarti beneran idenya Xiumin emang jitu.

“Yuuuk!” ajak Chanyeol kemudian

“Yuuk apa?”

“Ke kamar!”

“Ish, enak aja..aku kan harus ke kantor.”

“Libur aja!” masih berusaha mendorong Jiyeon masuk ke kamar

“Sembarangan, emang perusahaan nenek moyangmu. Nanti kalo aku dipecat gimana?”

“YA udah, gapapa, kamu kan bisa di rumah ngurus aku. Kalo ga, ya cari kerjaan lain.”

“Ga mau! aku tetep harus kerja.” Jiyeon terus menghindari ajakan Chanyeol untuk berhubungan. Biar tau rasa dia! pikir Jiyeon gemes.

“Aku beneran lagi pengen nih..”

“Terus kemarin-kemarin kenapa ga pengen. Kenapa pengennya baru sekarang?” Jiyeon berlari ke kamar, dan mengambil baju kerjanya, kemudian buru-buru dipakainya supaya tangan Chanyeol ga semakin liar menyentuhi tubuhnya.

“Jiji … Sayang.”

“Nanti aja ya, tungguin aku pulang kantor!”

“Hhh….” Chanyeol duduk dipinggiran kasur, dan cuma bisa gigit jari waktu liat Jiyeon udah pake kemeja dan celana ketat. Halah, sexy banget sih dia…untung ga pake rok ketat…

“Aku berangkat duluan ya, Sayang…see you at night…eum itu juga kalo kamu pulang cepet sih. Kalo ga ya udah!” Jiyeon melambai ke arah wajah sedih Chanyeol sambil cekikikan seneng. Ternyata emang manjur idenya Xiumin. Ga sabar pengen cerita ke doi kalau Jiyeon sukses bikin Chanyeol horny. Semoga aja, ntar malam dia bakalan pulang cepet, sudah pasti Jiyeon siapin drama baru buat Chanyeol.

.

.

.

“Weh, mukamu girang banget Ji!” Sindir suara lembut di depan Jiyeon. Cewe mulus ini cuma bisa kasih ringisan buat pemilik suara yang berwujut manusia mungil bewajah tembem yang duduk pas banget di depannya. Bau pop mie rasa baso berseliweran di penciuman Jiyeon. Kok aneh ya ngeliat Xiumin sarapan di meja kerja. Kesannya kayak yang ga keurus gitu. Ke mana Chan Mi hayo! Selidiknya lewat sorot mata curiga.

Mereka selama ini memang kerja dalam satu team di perusahaan iklan ‘Adu Baloon’ punya Rose. Eum, kira-kira sebulan sebelum pacaran sama Chanyeol waktu itu kayaknya.

Ternyata udah lama banget ya.

“Kamu kenapa sarapan di sini?” Jiyeon nyempetin nanya soalnya dia jadi ikutan laper ngeliat gaya Xiumin makan yang kampungan. Masa garpu yang ada mienya itu di angkat trus mienya di sruput dari bawah.

“Iya ga sempet. Tadi aku bangun kesiangan, trus buru-buru. Chan Mi juga buru-buru katanya mau ngurusin acara sunatan anaknya Pak Kim Jun.” Jawabnya sambil nyeruput kuah pop mienya. Mulutnya belepotan kuah. Jorok banget!

“Kok ngurusin acara sunatannya Pak Kim Jun?” Jiyeon sok kenal sama Pak Kim Jun, padahal dia gatau siapa Kim Jun itu, Cuma pengen bikin temennya ini seneng, omongannya di respon.

“Dia kan EO nya, jadi nyiapin segala-galanya.”

“Hm!” Ngangguk dikit, tapi masih ga jelas.

“Kamu beneran kliatan seneng banget, Ji pagi ini, ga kayak kemaren kusut.”

Jiyeon nyengir—

“Iya, resepmu manjur, Min.” Jiyeon mengacungkan jempol sambil bersihin mejanya pake tissue basah gambar bayi jongkok.

Xiumin merayap deketin bestfriendnya sambil noleh kiri kanan, liat liat kalo bos mereka yang punya biji mata segede jengkol lewat. Maklum aturan di perusahaan antar karyawan di larang bergosib.

“Trus…. trus…. trus gimana?” Kejarnya

Tck, gimana ya…kayak yang kamu omongin aja. Masa aku harus jelasin secara detail.”

“Ah, baru juga sehari masa udah langsung sukses.” Nyengir ragu

“Lha emangnya kamu dulu ga sukses? Apa Chan Mi kurang hot godain kamunya?”

“Ya, hot sih cuma aku emang kurang peka, jadi pas dia bertingkah yang kayak aku ceritain ke kamu itu, akunya ga sadar.”

Jiyeon naikin alis, masang tampang bego. Eh ya itu emang ada kaitannya dengan IQ kayaknya. Jiyeon hanya bisa kasih senyum.

“Parah kamu Min! Suami macam apa kamu ini.”

“Lha suamimu…macam apa?” Balas cowo itu sambil balik lagi ke tempat duduknya.

“Dia cowo yang baik sih sebenernya, cuma belakangan emang agak sibuk dan mengabaikan akuhh…tapi tadi pagi dia manis banget bikin aku meleleh cuma ya emang lagi aku kerjain aja, jadinya bodoamat…biarin dulu di tahan kangennya.”

Ding ding

Sebuah pesan Line masuk, lalu senyum.

“Chanyeol.” Sebutya sambil nunjunkin Chanyeol yang kirim foto topless setengah badan.

Xiumin cuma nyengir

“Suami Idaman.”

“Suami dambaan!” Balas Jiyeon

“Kamu ga pake daleman kan tadi.”

“Ya ga lah, kan biar tambah hot.”

“Hm, kayaknya seru…” mempertontonkan muka iri.

“Ah pokonya keren lah, ntar malam aku mau kerjain lagi sih rencananya.”

“Jahat kamu, Ji!”

“Gapapa, sekali-sekali!”

Cowo tembem itu cengangas cengenges sendiri.

“Dia ngomong apa ke kamu?” Kepo tingkat akut

“Maksudnya?”

“Ya, masalah perubahan itu?”

“Hh… iya dia bilang aku kok beda pagi ini, sexy banget katanya”

“Aish trus…”

“Aku ga boleh kerja.” Senyum Jiyeon berubah kecut. “Enak aja dia ngomong aku ga boleh kerja!” tangannya sambil ngetik komentar buat foto Chanyeol tadi.

Ada selulit deket ketek-

Jiyeon senyum sendiri, ngetawain keisengannya. Padahal di tubuh Chanyeol ga ada selulit sama sekali, alias super sexy.

“Dia pasti—”Xiumin ga jadi ngomong, langsung nunduk waktu ngeliat Boss Rose datang mendekat. Begitu juga dengan Jiyeon yang langsung sibuk sama kerjaannya.

Rose itu Boss yang tingkat kepekaannya nomor wahit diantara mahluk cantik yang pernah ada di muka bumi. Dari gelagat dua staff nya itu yang pura-pura nunduk aja, dia bisa tau, kalau mereka baru aja ngegosip, tapi berhubung dia kurang bukti, jadi Rose hanya bisa mendengus waktu lewat di belakang Jiyeon.

Pluk

Eh! Jiyeon ngeliat dompet Boss cantik itu jatuh deket dia, tapi orangnya ga tau. Pura-pura cuek, dan ngambil dompet jatuh itu dan niatnya akan diberikan pada si pemiliknya, tapi kok mendadak ada pikiran iseng di otak Jiyeon yang keren ini. Dibukanya dompet tipis yang sepertinya ada bau-bau apek gajelas di sana.

“Min!” Jiyeon mendadak melotot ke arah bestfriendnya sambil nunjukin sesuatu dari dalam dompet itu.

“Apa?”

“Ini kan Chanyeol, suamiku. Coba deh pastiin. Ini dia bukan sih?” dia masih belum yakin sama yang dilihatnya. Dia sadar kalo muka suaminya itu pasaran, tapi yang punya senyum semesum itu di dunia ini kan Cuma Chanyeol. Masa iya, sih foto Chanyeol ada di dompet Bossnya.

“Iya, Ji! Ini Chanyeol. Tapi kok—”

“Aduh!” Jiyeon pusing seketika

“Sabar Ji, coba ditanya dulu. Mungkin itu temen lama, kalo ga sodara. Bisa aja, kan?”

“Agh ga tau, Min. Aku jadi badmood nih!” Sodara dari Hongkong. Kalo sodara ya pasti tau lah, kan sering ketemu sama sodara Chanyeol juga kalau arisan keluarga.

Jiyeon mendengus pelan, sambil nyimpen dompet itu di lacinya. Gahar banget rasanya. Niat untuk mengembalikan jadi diabaikan. Kesel—

.

.

.

Jiyeon masuk ke dalam kamarnya, dan ngeliat Chanyeol ada di sana, sibuk sama laptopnya di atas kasur. Dia langsung noleh pas Jiyeon masuk.

“Hi Sayang, kamu udah pulang!” sambutnya. Cowo itu berdiri dan mendekat ke arah Jiyeon yang merengut sebel. Dia nolak tangan Chanyeol mentah-mentah.

“loh, kamu masih marah sama aku, Sayang?” sambil masih berusaha narik tangan istrinya itu masuk dalam pelukan. “Jangan marah lagi dong, Sayang. Aku beneran ga masuk kerja cuma buat nungguin kamu pulang. Eh, untung pulang cepet…” CHU~

Chanyeol sukses mengecup pipi Jiyeon, tapi trus…”Eum Asin!” bisiknya, dan Jiyeon nonjok lengan suaminya. “Tapi enak kok biar asin juga. Masakan kalo ga asin ga enak, kan?” ralatnya, tapi Jiyeon tetep cemberut. Cewe ini akhirnya duduk di pinggir ranjang, dan Chanyeol menyandinginya.

“Iya deh kamu manis.” bisiknya lagi untuk merubah mood Jiyeon biar sedikit ceria.

Tatapan Jiyeon maut menyerang Chanyeol, “Kamu selingkuh ya, Mas?” tuduhnya langsung

“Selingkuh gimana maksudmu?” Chanyeol yang dituduh mendadak bingung

“Udah jawab aja, jangan sampe aku bongkar semuanya.”

“Kamu kenapa sih Sayang?”

“Masih belum ngaku juga?” Jiyeon geram

“Jiyeon, kenapa mendadak kamu ngomong kayak gitu? Apa ada yang ngomporin kamu di kantor masalah aku?”

“Ga Mas, siapa juga yang kenal sama kamu. Ih, GR banget sih kamu! Aku cuma pengen tau dan pengen denger juga secara langsung dari mulut kamu ini, kamu itu ke mana aja selama ini? Dua bulan loh Mas…dua bulan…” Jiyeon negesin sambil mlintir lengan bajunya.

“Dua bulan aku tuh emang sibuk, nyiapin proyek baru. Tau ga tanah luas yang deket Bunderan Gangnam?”

Bunderan GangNam mana sih? Jiyeon mikir—

Chanyeol masih belum menyerah ngejelasin sambil tangannya ikut berdemo ria, muter-muter membentuk bunderan. “Di sekitar Bunderan Gangnam itu, nanti bakalan ada gedung apartemen baru, dan aku yang akan ngerjainnya. Perusahaan di mana aku kerja sekarang nih, menang tender untuk garap tuh gedung. Makanya sibuk banget, kadang tau sendiri kan aku sampe nginep di kantor.”

Jiyeon trus ngeluarin dompet Rose. “Trus ini siapa?” nunjukin foto Chanyeol yang lagi berduaan sama Rose. Meskipun mereka ga duduk rapet, tapi jelas-jelas di situ mereka sedang berduaan, dan asumsi orang pasti akan ke arah sana. (ke mana?)

Chanyeol yang kaget langsung ngambil dompet itu dari tangan Jiyeon, terus diperhatiin banget-banget sambil nyipitin mata. “Sayang, kamu nyopet di mana dompet ini?”

“Sembarangan! Emangnya aku ini copet!” Jiyeon jelas tersinggung di bilang copet. Masa tampang sekeren gini dibilang copet. Meskipun tadinya mereka dulunya ketemuan di terminal, tapi kan Jiyeon bukan copet, Cuma memang ada keahlian nyopet yang dia pelajari secara otodidak.

“Terus kamu dapet dompet ini dari mana?”

“Mas, yang aku mau bahas itu bukan masalah dompetnya, tapi fotonya tau gak?”

“Iya, aku tau kita ga usah bahas dompet bauk apek ini, tapi dari mana kamu dapet dompet ini.”

“Dompet siapa ini?” tanya Jiyeon ganti

“Di dalemnya ada foto Rose sama aku, tapi ini bukan dompet aku, jadi pasti ini dompet Rose, kan.”

Jiyeon muter bola matanya kesel. “Jadi kamu ngaku kan selingkuh sama Rose.”

“Siapa yang bilang?” Chanyeol masih menyangkal, dan sepertinya perdebatan ini akan semakin alot. Manalagi muka suaminya itu dipasang tanpa dosa.

“Itu buktinya, kamu foto berduaan sama Rose, HAYO!”

“Bertiga ah! Liat nih, ada Chen di sini!” tunjuknya pada sebuah tangan yang emang hanya ada sebagian.

“Mas itu Cuma tangan, dan gajelas itu tangan siapa. Kamu kok masih ga ngaku juga sih kalo pernah ngedate sama Boss ku.”

Chanyeol trus langsung kaget. Ish, kenapa kagetnya telat sih? Jiyeon geleng-geleng kepala.

“Dia Boss kamu?”


“Nah, sekarang ngaku kan kalo kamu emang selingkuh sama dia!”

Chanyeol menghela nafas, “Kamu jangan suudzon dulu, Sayang!” sambil tangannya ngelus-ngelus pantat Jiyeon.

“Apanya yang suudzon, itu jelas kan kamu kenal dia, dan foto ini juga berdua….trus…trus…” Jiyeon bingung mau ngomong apa lagi, karena dia ga tau harus ngomong apa, kenyataannya waktu dia memperhatikan wajah Chanyeol, yang ada hanya senyum aja ngeliat Jiyeon emosi. Nih suami minta dicium apa ya? Jiyeon garuk kepala—

“Udah marahnya?” Chanyeol numpangin dagu di pundak Jiyeon. “Kalo kamu mau tau yang sebenernya. Rose itu—”

“Jangan bilang kalau dia sodara kembar kamu?”

“Ya nggak lah, sodara kembar dari mana? Satu sel pun kita ga singkron.”

“Trus dia itu siapa kamu?”

“Dia itu temen waktu kita sama-sama audisi jadi calon model di sebuah agensi. Udah lama sih, dan ga pernah ketemu lagi.”

“Trus kenapa dia nyimpen foto kamu, itu pasti karena dia punya harapan sama kamu, kan Mas!”

“Ya, kalo itu aku ga tau, Sayang. Sumpah, aku ga pernah ketemu dia lagi sampe sekarang.”

“Trus, sekarang udah tau dia di mana, kamu pengen ketemuan gitu?”

“Ish, kamu marah-marah terus sih.” Nyium pipi Jiyeon lagi yang masih asin. “Yuuuk!” bisiknya

“Apa?”

“Dari pada kamu marah-marah ga jelas kayak gini, mendingan kita mandi aja, biar seger. Ntar aku pijetin deh pundak kamu, biar rileks…” tangan Chanyeol mulai nakal nyentuh-nyentuh daerah terlarang Jiyeon, tapi istrinya ini masih belum menanggapi.

“Aku mandi sendiri aja!” Jiyeon langsung berdiri, ninggalin Chanyeol ke kamar mandi.

Chanyeol lagi-lagi gagal buat bikin suasana romantis sama pasangan hidupnya yang masih sensitive itu. mikirin masalah dompet bauk apek ini—

Ya, dia emang ga jujur sama Jiyeon, kalo sebenarnya Rose itu mantan pacarnya dulu, tapi itu kan sudah dulu banget. Ga ada cerita lagi setelah mereka pisah. Rose dijodohin sama anak pengusaha dan ninggalin Chanyeol gitu aja.

Dia noleh lagi ke arah pintu kamar mandi, di mana di sana udah ada suara berisik air yang kayaknya lagi mengguyur tubuh indah Jiyeon. Cowo ini diam-diam mendekat ke arah pintu, sambil bawa handphone yang udah dia setting merekam gambar, lalu dengan hati-hati dia buka pintu yang ternyata ga dikunci itu pelan-pelan banget. di dalam sana, Jiyeon berdiri di bawah guyuran air dengan tubuh telanjangnya yang aduhai. Chanyeol emang ga nyesel ngambil keputusan nikahin Jiyeon waktu itu, karena ternyata Jiyeon emang pasangan yang setia lahir batin. Ya ampun, dunia akhirat dia ga mau pisah dari Jiyeon.

Mudah-mudahan dia ga marah lagi.

Chanyeol masuk pelan-pelan sambil terus nge-Shoot badan Jiyeon yang diguyur air, dan waktu istrinya itu noleh, “Mas, ngapain kamu?” hardiknya sambil nyipratin air ke muka Chanyeol.

“Kamu diem aja, aku sedang nikmatin kamu mandi. Abisnya dari tadi aku ga dikasih—”

“Keluar!”

“Ogah!”

“Mas!”

“Sebentar aja lagi!”

“Aku siram air nih hape kamu, biar rusak!” ancam Jiyeon galak.

Chanyeol langsung nyimpen hapenya di atas wasthafel, ketakutan.

“Sayang, aku ikutan mandi ya.” masang puppy eyes buat Jiyeon,

“Aku udah mau selesai, tunggu sebentar lagi!”

“Kita mandi bareng aja. Udah lama kita ga mandi bareng, kan.” tanpa nunggu kata setuju dari Jiyeon, Chanyeol langsung nimbrung di bawah air. Jiyeon sempet melotot protes waktu tangan Chanyeol menyentuh tubuhnya, tapi apa daya dia juga memang lagi pengen. Gila udah lama ga disentuh suami rasanya gersang.

Sebenernya masih pengen jual mahal, tapi apa daya Chanyeol terlalu menggoda. Dipandangi deket-deket gini rasanya jantung ga karuan detaknya. “Kamu cute banget, Sayang!” bisikan itu yang bikin Jiyeon ga sanggup kalo ga senyum. Mau ga mau dia senyum, meski di tahan dikit.

“Kamu pasti kangen banget sama aku, sampe harus modusin aku pagi tadi.”

“Ih siapa yang modusin.” Jiyeon nyengir, tapi tangan Chanyeol emang nakal banget nyentuhin daerah sensitif Jiyeon sampe yang punya ini meringis ga karuan. Dia bisa bikin Jiyeon menganga mendesahkan suara ga jelas dari mulutnya yang seksi itu.

“Sayang~”

“Udah ah, Mas jangan disini. Dingin aku—”

Chanyeol merengut, “Sebentar aja, aku pengen masukin kamu dulu di sini.” tanpa nunggu aba-aba lagi, Chanyeol memeluk tubuh Jiyeon, dan mengambil bongkahan pantat Jiyeon yang padat diremetnya mesra.

“Sayang, kamu kok ada selulit sih di sini!”

Jiyeon seketika noleh dan menatap horror ke arah suaminya. Mukanya merah ijo ungu meneror wujut suaminya yang baru saja bilang masalah selulit di bokongnya.

“Kamu ya….” nuding-nuding pake telunjuk. “Kamu jangan harap bisa masukin aku malam ini!” Jiyeon menjewer kuping lebar Chanyeol sebelum nyelinap pergi sambil nyangking handuknya ninggali Chanyeol yang meringis bingung. Apa tadi dia salah ngomong.

Kan, padahal niatnya bercanda. Tadi siang juga Jiyeon ngatain Chanyeol punya selulit di deket ketek, trus sekarang apa salahnya coba…

Astaga! Puasa lagi deh!

.

.

.

Finish aja yach, gada yadong meyadong sekarang. Puasa kek Chanyeol

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s